Lombok Post
Headline Tanjung

Puluhan Dusun di Lombok Utara Rawan Gempa, Pemkab Wacanakan Relokasi Warga

RAPAT KOORDINASI: Suasana rapat koordinasi terkait kondisi wilayah yang harus direlokasi, kemarin (14/9).

TANJUNG-Puluhan dusun di Lombok Utara mengalami retakan akibat gempa. Sehingga warga di wilayah itu harus direlokasi dengan alasan keamanan.

Konsultan tata ruang di Dinas PUPR Raden Tazani Prasetio mengungkapkan, relokasi tersebut berdasarkan data  yang dikumpulkan. Selain itu juga ada survei yang dilakukan tim agraria dan tata ruang ESDM.

“Karena memang di sana didapatkan retakan tanah yang berkorelasi dengan bangunan rumah,” jelasnya, kemarin (14/9).

Fenomena tersebut dinilainya sangat berbahaya bagi masyarakat untuk membangun tempat tinggal. Sebab itu pihaknya melakukan estimasi relokasi.

“Karena memang patahan aktif di Lombok Utara kalau di daratnya tidak ada,” sambungnya.

Terkait patahan aktif, ESDM memang sudah melakukan riset. Pihaknya akan memberikan rilis resmi terkait patahan dan lainnya. Puluhan dusun tersebut ada di 8 desa. Yakni Desa Mumbul sari, Dangiang, Gumantar, Slengen, Sambik Bangkol, Sokong, Pemenang Barat, dan Pemenang Timur.

Dari delapan desa tersebut, satu desa dengan sepuluh dusun harus direlokasi total, yaitu Desa Dangiang, kecamatan Kayangan. Sebanyak 1.089 KK harus direlokasi seluruhnya. Sebab di desa tersebut diindikasi ada patahan yang masih aktif.

Sepuluh dusun di Desa Pemenang Barat juga termasuk rawan. Yakni Menggala Timur sebanyak 381 KK, Menggala Utara sebanyak 201 KK, Menggala Barat sebanyak 425 KK, Jeruk Manis sebanyak 137 KK, Karang Subangan sebanyak 221 KK, Karang Gelebek 270 KK, Karang Subangan Daya sebanyak 189 KK, Karang Pangsor sebanyak 349 KK, Karang Desa sebanyak 337 KK, dan Dusun Mekar Sari sebanyak 109 KK.

Di Kecamatan Tanjung, hanya satu dusun yang direlokasi, yakni dusun Karang Taruna Desa Sokong. Untuk di Sokong, daerah rawan berada di depan BNI Karang Taruna. Dusun ini sebanyak 101 KK. Sedangkan di Kecamatan Gangga ada Dusun Pokok Piko, Desa Sambik Bangkol sebanyak 423 KK.

Di Kecamatan Bayan tiga dusun Desa Mumbul sari harus direlokasi. Dusun tersebut adalah Kokok Reban sebanyak 575 KK, Bagek Nunggal sebanyak 191 KK, dan Penegadang Baru sebanyak 367 KK.

Warga Kecamatan Kayangan paling banyak direlokasi karena berada di jalur aktif gempa. Dusun Beraringan Desa Kayangan sebanyak 627 KK, Dusun Lebari Desa Gumantar sebanyak 68 KK, dan dua dusun di desa Slengen masing-masing 71 KK, yakni Dusun Lembah Berora dan Dusun Tampes.

“Daerah-daerah ini berada di jalur rawan gempa,” tandasnya. (fer/r7)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost