Lombok Post
Metropolis

Warga Diminta Kembali ke Rumah

JANGAN TAKUT: Sejumlah tenda pengungsian yang dibangun warga di salah satu lokasi pengungsian di Kota Mataram, belum lama ini.

MATARAM-Intensitas gempa susulan terus berkurang.  Karenanya warga yang masih mengungsi diminta untuk kembali ke rumah masing-masing.

“Kita berharap warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan, sebaiknya kembali ke rumahnya masing-masing,” imbau Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, kemarin (14/9).

Mohan mengungkapkan beberapa hari terakhir intensitas gempa susulan terus berkurang. Memang ada beberapa kali gempa susulan yang magnetudonya cukup besar namun tidak sesering sebelumnya.

Karena itu ia mengajak warga yang sampai saat ini tinggal di pengungsian untuk kembali ke rumahnya. Terutama warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan berarti.

Insya Allah, sudah aman tinggal di rumah,” imbuhnya.

Namun Mohan mengaku, tidak bisa memaksa warganya untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Warga tentunya memiliki pertimbangan sendiri-sendiri, sehingga sebagian tetap tinggal di pengungsian.

“Tidak bisa dipaksakan. Namun lambat laun warga akan kembali ke rumah masing-masing,” ujar Mohan.

Menurutnya warga yang mengungsi di Kota Mataram adalah pengungsi musiman. Pada siang hari mereka beraktivitas seperti biasa. Namun pada malam hari sebagian warga akan kembali datang ke titik-titik pengungsian.

Mohan mengaku akan terus mengimbau agar masyarakat bisa kembali ke rumahnya. Ia berencana akan melakukan patroli ke titik-titik pengungsian untuk mengimbau masyarakat bisa kembali ke rumah.

“Kita harus berani tinggal di rumah. Kalau tidak selamanya akan ditempat pengungsian,” ujarnya.

Saat ini, tambah Mohan, yang terpenting membangun keepercayaan masyarakat. Bagaimana masyarakat agar mulai berani tinggal di rumahnya masing-masing. Jangan sampai terus-terusan tinggal di pengungsian. (jay/r3)

MATARAM-Intensitas gempa susulan terus berkurang.  Karenanya warga yang masih mengungsi diminta untuk kembali ke rumah masing-masing.

“Kita berharap warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan, sebaiknya kembali ke rumahnya masing-masing,” imbau Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, kemarin (14/9).

Mohan mengungkapkan beberapa hari terakhir intensitas gempa susulan terus berkurang. Memang ada beberapa kali gempa susulan yang magnetudonya cukup besar namun tidak sesering sebelumnya.

Karena itu ia mengajak warga yang sampai saat ini tinggal di pengungsian untuk kembali ke rumahnya. Terutama warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan berarti.

Insya Allah, sudah aman tinggal di rumah,” imbuhnya.

Namun Mohan mengaku, tidak bisa memaksa warganya untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Warga tentunya memiliki pertimbangan sendiri-sendiri, sehingga sebagian tetap tinggal di pengungsian.

“Tidak bisa dipaksakan. Namun lambat laun warga akan kembali ke rumah masing-masing,” ujar Mohan.

Menurutnya warga yang mengungsi di Kota Mataram adalah pengungsi musiman. Pada siang hari mereka beraktivitas seperti biasa. Namun pada malam hari sebagian warga akan kembali datang ke titik-titik pengungsian.

Mohan mengaku akan terus mengimbau agar masyarakat bisa kembali ke rumahnya. Ia berencana akan melakukan patroli ke titik-titik pengungsian untuk mengimbau masyarakat bisa kembali ke rumah.

“Kita harus berani tinggal di rumah. Kalau tidak selamanya akan ditempat pengungsian,” ujarnya.

Saat ini, tambah Mohan, yang terpenting membangun keepercayaan masyarakat. Bagaimana masyarakat agar mulai berani tinggal di rumahnya masing-masing. Jangan sampai terus-terusan tinggal di pengungsian. (jay/r3)

MATARAM-Intensitas gempa susulan terus berkurang.  Karenanya warga yang masih mengungsi diminta untuk kembali ke rumah masing-masing.

“Kita berharap warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan, sebaiknya kembali ke rumahnya masing-masing,” imbau Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, kemarin (14/9).

Mohan mengungkapkan beberapa hari terakhir intensitas gempa susulan terus berkurang. Memang ada beberapa kali gempa susulan yang magnetudonya cukup besar namun tidak sesering sebelumnya.

Karena itu ia mengajak warga yang sampai saat ini tinggal di pengungsian untuk kembali ke rumahnya. Terutama warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan berarti.

Insya Allah, sudah aman tinggal di rumah,” imbuhnya.

Namun Mohan mengaku, tidak bisa memaksa warganya untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Warga tentunya memiliki pertimbangan sendiri-sendiri, sehingga sebagian tetap tinggal di pengungsian.

“Tidak bisa dipaksakan. Namun lambat laun warga akan kembali ke rumah masing-masing,” ujar Mohan.

Menurutnya warga yang mengungsi di Kota Mataram adalah pengungsi musiman. Pada siang hari mereka beraktivitas seperti biasa. Namun pada malam hari sebagian warga akan kembali datang ke titik-titik pengungsian.

Mohan mengaku akan terus mengimbau agar masyarakat bisa kembali ke rumahnya. Ia berencana akan melakukan patroli ke titik-titik pengungsian untuk mengimbau masyarakat bisa kembali ke rumah.

“Kita harus berani tinggal di rumah. Kalau tidak selamanya akan ditempat pengungsian,” ujarnya.

Saat ini, tambah Mohan, yang terpenting membangun keepercayaan masyarakat. Bagaimana masyarakat agar mulai berani tinggal di rumahnya masing-masing. Jangan sampai terus-terusan tinggal di pengungsian. (jay/r3) 

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost