Lombok Post
Giri Menang

Dewan Dorong Pemkab Bangun Huntara

Wahid Syahril

GIRI MENANG-Usulan draft APBD Perubahan masih belum diserahkan eksekutif kepada DPRD Lobar. Padahal dewan meminta ekskutif untuk mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban.

“Saat ini draft yang sudah diajukan ke kami masih draft perubahan sebelum gempa. Kami belum menerima draft usulan penanganan pascagempa,” ungkap Ketua Fraksi PKS DPRD Lobar Wahid Syahril.

Sehingga ia berharap bulan ini KUA PPAS sudah disepakati antara eksekutif dan legislatif. Idealnya, minggu pertama Oktober bulan depan, RAPBD sudah diketok.  “Kami ingin APBD Perubahan ini berpihak ke korban gempa,” kata Wahid.

Wahid tidak ingin Pemkab Lobar hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi. Meskipun untuk bangunan perbaikan sudah ada kepastian dari pemerintah pusat. Misalnya bantuan Rp 50 juta untuk warga yang rumahnya rusak berat, Rp 25 untuk rusak sedang, dan Rp 10 juta rusak ringan.

Hanya saja pemerintah pusat tidak memikirkan bagaimana nasib warga, sebelum perbaikan rumah mereka terlaksana. Karena itu, Pemkab Lobar perlu mengalokasikan dana untuk itu. Misalnya membangun Hunian Sementara (Huntara) bagi korban.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman, Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar Lalu Ratnawi mengatakan, pihak sudah berencana membangun Huntara. “Kita akan kerja sama dengan BUMN, ACT, dan beberapa instansi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Lalu Ratnawi juga membantah bantuan perbaikan rumah bagi korban gempa dijadikan proyek oleh oknum tertentu. Karena pemerintah daerah bekerja sama dengan TNI-Polri, TP4D, dan kejaksaan dalam melaksanakan kegiatan ini. “Jadi semua harus dipertanggungjawabkan. Makanya kami sangat hati-hati agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” terangnya.

Termasuk ada anggapan bahwa bantuan perbaikan rumah bisa digunakan untuk kepentingan lain. Misalnya jika ada sisa itu akan digunakan untuk modal usaha atau yang lainnya.

“Tidak bisa, semua harus untuk perbaikan rumah. Kalau untuk bantuan nonmaterial, itu sudah ada dari Kemensos. Yakni bantuan Jaminan Hidup (Jadup) itu,” tandasnya. (ton/r5)

Berita Lainnya

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost