Lombok Post
Giri Menang

Dinikmati Putri Pariwisata Hingga Menaker Malaysia

TERKENAL: Putri Pariwisata berpose dengan Kadus LBS (kanan) usai menikmati Serbat khas Desa Langko, Kecamatan Lingsar.

Siapa sangka minuman tradisional khas Lombok ini sudah mendunia. Penikmatnya pun tak tanggung-tanggung. Dari Menteri Malaysia hingga Putri Pariwisata.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang.

===========================

Aromanya begitu kuat. Hanyut menyebar dibawa udara ke segala arah. Warnanya kecokelatan saat dilarutkan dengan air hangat. Sekali seruput, badan terasa hangat. Segar dan langsung bertenaga.

Kalau sudah habis satu gelas, pikiran terasa tenang. Tubuh terasa bugar. Bisa dicoba dan dibuktikan sendiri.

Ini bukan sembarang minuman. Namanya Serbat. Minuman khas dari Dusun Longseran Baru Selatan atau yang disingkat LBS. Yang buat, Kepala Dusun (Kadus) LBS langsung. Namanya, Abdul Hadi.

Hadi membuat Serbat jadi lebih modern. Dari yang dulu semuanya berbentuk cairan, kini dikemas berbentuk serbuk. Sehingga bisa dinikmati siapapun dan dimana pun.

“Saya diberitahu sejumlah orang tua atau sesepuh di Desa Langko kalau minuman khas desa ini adalah Serbat. Sejenis wedang kalau di Jawa atau Banrek di Jawa barat,” tuturnya.

Minuman ini dibuat dari bahan-bahan herbal. Mulai dari jahe, gula merah, dan beberapa bahan rahasia. “Saya kebetulan punya banyak tanaman jahe. Itu dijual begitu saja di pasar. Kemudian di Desa Langko ini merupakan produsen gula merah atau gula aren,” beber pria yang pernah menjadi Satpam di Jakarta tersebut.

Ide brilian Hadi muncul. Membuat minuman Serbat dalam bentuk serbuk. Ia bersama istrinya Ika Irawati berpikir bagaimana agar jahe dan gula aren khas Desa Langko bisa memiliki nilai jual lebih tinggi. Sehingga ia pun membuat serbat dalam bentuk bubuk yang coba dikemas modern.

Namun niat pria yang beken disapa Kadus LBS ini tidak berjalan mulus begitu saja. Butuh waktu sekitar setahun baru berhasil. Sebelumnya, kegagalan demi kegagalan meracik Serbat bubuk dialaminya.

“Ternyata kuncinya ada di gula aren. Untuk membuat serbat ini, harus dengan gula merah kualitas nomor wahid (satu, Red). Baru hasilnya bisa sempurna dan tidak mudah kedaluwarsa,” bebernya.

Ditambah, ia juga dibantu oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar untuk mengemas modern produknya. Sehingga bisa dipasarkan ke masyarakat umum. “Karena sebelumnya peralatannya tradisional, masih pakai tangan. Tapi sekarang sudah ada campur tangan pemerintah, kami diberikan bantuan mesin dari Disperindag,” akunya.

Serbat racikan Pak Kadus kini sering dikenalkan dalam kegiatan pemerintah atau festival-festival UMKM. Ini yang membuatnya semakin di kenal luas. “Alhamdulillah sekarang sudah masuk retail modern sejak 2016 lalu,” bebernya.

Dalam sehari, Hadi bersama empat karyawan yang kini dipekerjakannya bisa memproduksi 100 pack. Dengan harga per pack Rp 15 ribu. Pemasarannya pun cukup laku.

Kini, ia justru terkendala kapasitas produksi yang masih kecil. Karena keterbatasan mesin dan tempat yang kurang mendukung. “Kalau saat ini omzetnya sekitar Rp 20 juta per bulan,” akunya.

Peralatan dan tempat produksi yang masih kurang dirasakan menjadi kendala Abdul Hadi. Padahal tamu dari luar daerah bahkan luar negeri dikatakannya datang ke tempat produksinya. Mereka ingin melihat langsung bagaimana proses pembuatan serbat nikmat khas masyarakat suku Sasak.

“Alhamdulillah kalau ke luar negeri produk Serbat LBS ini sudah ke Jerman, Arab Saudi, Malaysia, Australia, Jepang, dan Amerika. Bahkan Menteri Tenaga Kerja Malaysia dan Putri Pariwisata Idonesia sudah mencicipinya,” tuturnya menunjukkan foto dalam handphonenya sebagai bukti. (*/r5)

Berita Lainnya

Kelelahan, Enam PPS Tumbang

Redaksi LombokPost

PKS Klaim Raih Kursi di Semua Dapil

Redaksi LombokPost

SMK Plus Nurul Hakim Pelopori Ecobricks

Redaksi LombokPost

Ini Masukan TGH Muharar! Terkait Pergantian Sekda Lobar

Redaksi LombokPost

Pak Camat Sabar Dulu Ya! Terkait Pengadaan Truk Sampah

Redaksi LombokPost

Perbaikan Jalan Gunakan Dana Tak Terduga!

Redaksi LombokPost

Gubernur: Jangan Ada Dendam Politik!

Redaksi LombokPost

Ketika Ibu Bupati Lobar Teteskan Air Mata Melihat Anaknya Dilantik

Redaksi LombokPost

Pulang Kerja, Satpam Meregang Nyawa

Redaksi LombokPost