Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Harga Bahan Bangunan Naik

ANGKUT SEMEN: Sejumlah buruh tengah mengangkut semen dari gudang PT Lombok Jaya Persada di Jalan TGH Saleh Hambali, Kota Mataram beberapa waktu lalu.

MATARAM-Dalam sepekan terakhir, harga bahan bangunan di Kota Mataram dan sekitarnya mulai naik. Kenaikan harga disebabkan naiknya biaya pengiriman barang melalui perusahaan ekspedisi.

Kenaikan ongkos pengiriman barang ini salah satunya dikarenakan keluarnya surat edaran Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan terkait penertiban truk barang kelebihan dimensi dan kelebihan muatan. Kebijakan tersebut membuat pengiriman barang tidak bisa dilakukan dalam muatan besar. Barang yang sebelumnya cukup diangkut dengan satu truk, dengan pembatasan itu harus menggunakan dua sampai tiga truk.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Hj Putu Selly Andayani membenarkan adanya surat edaran tersebut. Namun surat edaran ini belum tentu memicu kenaikan harga bahan bangunan.

“Karena itu, kami akan turun ke sejumlah distributor, mencari tahu sebenarnya permasalahannya seperti apa,” kata Selly pada Lombok Post.

Kenaikan harga bahan bangunan dalam sepekan terakhir diakuinya mengakibatkan, stok bahan bangunan yang dijual dalam operasi pasar (OP) yang digelar di Tanjung, Lombok Utara makin menipis. Akibatnya OP ini terpaksa dihentikan sementara waktu.

Sementara itu, owner D’bale Tukang Lombok Abdul Gani mengaku kenaikan harga bahan bangunan ini tidak terlalu berpengaruh terhadap usahanya. Sebab, kenaikan harga bahan bangunan hanya sekitar Rp 500 hingga Rp 1000 saja.

“Kita berharap harga bahan bangunan ini bisa kembali normal agar tidak memberatkan usaha kami,” kata Gani pada Lombok Post, kemarin.

Karena kenaikan harga bahan bangunan tidak terlalu tinggi, tarif jasa D’bale Tukang masih normal. Belum ada rencana pihaknya menaikan tarif jasa maupun harga bahan bangunan yang dijual di perusahaan ini.

“Kalau harga bahan bangunan naiknya sudah terlalu tinggi baru kita naikkan harganya. Sementara ini, masih normal,” terangnya.

Ia mengaku, pihaknya tidak akan mengambil keuntungan lebih terkait dengan mulai naiknya harga bahan bangunan seperti saat ini. Ia memilih tetap menjual jasanya dengan harga normal untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

“Efeknya, keuntungan kami sedikit berkurang,” pungkasnya. (tea/r3)

Berita Lainnya

Pasar Kuliner Lokal Punya Peluang

Redaksi LombokPost

BRI Lakukan Pelayanan Terpadu Satu Atap

Redaksi LombokPost

Menanti Kebangkitan GNE

Redaksi LombokPost

All New Ertiga Suzuki Sport Lebih Istimewa

Redaksi LombokPost

Galaxy Watch Active untuk Next Generation

Redaksi LombokPost

Untuk Sosialita, Everbest Tawarkan Tas Promo 30 Persen

Redaksi LombokPost

Tamu Sepi, Hotel Minta Keringanan Pajak

Redaksi LombokPost

IC Punya Potensi Tarik Wisatawan

Redaksi LombokPost

Setiap Travel Agent Harusnya Berizin

Redaksi LombokPost