Lombok Post
Headline Politika

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

TIDAK DIPERBOLEHKAN: Inilah spanduk yang menampilkan gambar pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 01 di sebuah pondok pesantren di Lombok Timur. Spanduk itu terpasang kala KH Ma’ruf Amin, sang cawapres berkunjung ke sana, pekan lalu.

MATARAM-Bawaslu NTB tengah mendalami kemungkinan pelanggaran kampanye oleh pasangan presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf. Itu setelah pihak pengawas mencatat sejumlah temuan yang kemungkinan menjadi bukti permulaan pelanggaran.

Salah satunya terkait sebuah spanduk bergambar Jokowi-Ma’ruf yang terpampang dalam sebuah acara yang diselenggarakan di sebuah pondok pesantren di Lombok Timur. Aturan jelas melarang kampanye yang dilakukan dalam institusi pendidikan, termasuk ponsok pesantren. ”Kita akan segera surati lembaga pendidikan (itu,Red), khususnya kepalanya langsung,” ujar Komisioner Bawaslu NTB Divisi Data, Hukum, dan Informasi Suhardi, kemarin.

Fakta di lapangan jelasnya, Bawaslu NTB menemukan spanduk besar yang bukan APK dari pasangan calon Jokowi-Ma’ruf. Dalam spanduk tersebut, jelas tertulis judul kegiatan yakni silaturahmi Prof Dr KH Ma’ruf Amin selaku calon wakil presiden. Bukan sebagai tokoh agama atau lainnya. ”Kami langsung yang turun ke sana, dan kami temukan ada alat yang menunjukkan citra diri pasangan calon,” tandasnya.

Selain segera menyurati panitia acara dalam hal ini pihak pondok pesantren, tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf NTB juga segera dimintai keterangan. Mereka harus mengklarifikasi hal tersebut.

Suhardi menegaskan, tidak ada larangan untuk melakukan silaturahmi. Tetapi yang perlu diingat, jangan sampai momen silaturahmi dengan menghadirkan salah satu calon ditunggangi dengan kampanye. ”Hal seperti ini tidak boleh. Maka kami akan bersurat ke seluruh lembaga pendidikan agar tidak terulang kembali,” katanya.

Ya, kasus di pondok di Lombok Timur itu menjadi alarm bagi Bawaslu untuk juga mengingatkan pondok-pondok lainnya di daerah ini. Surat ini sekaligus imbauan bagi seluruh lembaga pendidikan dan seluruh pondok pesantren agar tidak digunakan sebagai lokasi kampanye.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf NTB H Misbach Mulyadi mengatakan tim pemenangan NTB tidak dihubungi dan tidak mengetahui apa saja kegiatan silaturahmi Kiai Ma’ruf Amin di Lombok Timur, Jumat lalu itu. ”Saat kunjungan Kiai Ma’ruf di Lombok Timur, kita sedang mengikuti rakernas tim pemenangan di Surabaya. Sekarang juga masih di Surabaya,” katanya lewat sambungan telepon, kemarin.

Sehingga tak banyak yang bisa dijelaskan terkait acara tersebut. Namun jika memang ada indikasi pelanggaran yang ditemukan Bawaslu NTB, maka itu katanya adalah kewenangan Bawaslu NTB. Apabila Bawaslu NTB membutuhkan klarifikasi dari tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf NTB, maka tim siap memberikan keterangan. (puj/r4)

Berita Lainnya

SKD Selesai, Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post