Lombok Post
Headline Opini

Pemuda dan Transformasi Masa Depan

Oleh : Ike Rahayu Sri, SST, MM
Fungsional Statistisi BPS Provinsi NTB

—————————————————-

Sudah 90 tahun deklarasi Sumpah Pemuda sebagai tonggak untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan serta membangun negeri ini. Usia yang bisa dibilang tidak muda lagi, bahkan seharusnya sudah matang didalam implementasi pembangunan. Pemuda merupakan generasi penerus bangsa dalam proses perjuangan, pembaruan dan pembangunan, yang kelak akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Oleh karena itu segala potensi yang ada pada pemuda menjadi penentu kualitas bangsa di masa depan. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pemuda berperan aktif sebagai ujung tombak dalam mengantarkan bangsa Indonesia dalam kemerdekaan.
Menurut Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan Pasal 1 menyatakan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia berumur 16 hingga 30 tahun yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan, pemuda merupakan penentu masa depan bangsa. Dari segi usia, pemuda tergolong usia produktif, sehingga memiliki beban tanggungan bagi  penduduk usia tidak produktif. Pemuda juga merupakan aset ekonomi dalam pembangunan, selain sebagai tenaga kerja, juga merupakan penentu kondisi perekonomian suatu negara. Ada beberapa pemuda yang mengharumkan NTB bahkan negara Indonesia, tetapi juga tidak sedikit yang menjadi persoalan pembangunan. Persoalan produktivitas termasuk daya saing dan kemampuan kewirausahaan pemuda saat ini disinyalir masih tergolong rendah.
Menurut hasil data Susenas BPS Tahun 2017, Nusa Tenggara Barat merupakan rumah bagi 1,24 juta jiwa pemuda, jumlah tersebut merupakan seperempat dari total penduduk NTB. Pemuda laki-laki lebih sedikit daripada pemuda perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 94,34, yang berarti setiap 94 pemuda laki-laki terdapat 100 pemuda perempuan. Persentase pemuda di perkotaan lebih besar daripada di perdesaan (25,99 persen berbanding 24,29 persen). Sekitar 52,14 persen pemuda belum kawin, sementara yang berstatus kawin sebesar 45,42 persen dan sisanya 2,45 persen adalah mereka yang berstatus cerai hidup/mati. Persentase pemuda perempuan yang berstatus kawin hampir 2 kali lipat dari pemuda laki-laki yang berstatus kawin, yaitu 56,44 persen berbanding 33,73 persen.  Persentase pemuda berstastus kawin di pedesaan lebih besar dari pada di perkotaan yaitu sebesar 49,72 persen berbanding 40,43 persen. Sebagian besar pemuda (64,19 persen) mulai menikah dibawah usia 21 tahun. Menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan, sebagian besar (60,3 persen) tamat SMP kebawah, 32,42 persen tamat SMA dan hanya 7,28 persen yang tamat perguruan tinggi. .
Apabila kita lihat data-data diatas patutlah kita bersedih karena pemuda yang merupakan potensi sumber daya manusia (SDM) potensial yang mendukung keberhasilan pembangunan, bila dilihat dari aspek kuantitas maupun produktivitas bisa jadi akan menjadi beban bila sebagian besar pemuda tidak terserap dalam proses pembangunan. Hal ini bisa jadi diakibatkan komitmen pembangunan masih bersifat parsial.

Potensial Pemuda

Patut dicatat, Provinsi NTB akan lebih awal menerima momen bonus demografi pada tahun 2027. Dengan kata lain pada masa tersebut NTB akan didominasi oleh penduduk usia produktif yang sangat besar sementara penduduk usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. Dari angka beban tanggungan NTB diperkirakan tahun 2025 mencapai 50.3, artinya untuk setiap penduduk usia produktif menanggung beban sekitar dua penduduk usia non- produktif.  Dengan rasio penduduk usia produktif dan nonproduktif dua berbanding satu, akan membuka jendela peluang (windows opportunity) dengan potensi yang sangat besar untuk menggerakkan roda pembangunan di segala sektor. Tentunya, peluang dan potensi pertambahan penduduk usia produktif yang luar biasa tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas penduduk usia produktif.
Boleh jadi, hilangnya informasi terkait pemuda dan karakteristiknya turut berkontribusi terhadap kebijakan yang dilakukan pemerintah terhadap arah pembangunan yang melibatkan pemuda, pada tahap lanjut hilangnya potensi itu akan berkontribusi negatif terhadap pencapaian pembangunan milenium yang berkesinambungan atau SDGs di tingkat provinsi dan nasional, terutama dalam penurunan angka kemiskinan, angka perkawinan usia muda, serta tingkat pendidikan pemuda.
Untuk meningkatkan kualitas dan potensi pemuda sebagai subyek pembangunan, perlu pencanangan pembangunan yang berorientasi pada kapabilitas pemuda, yaitu mengembangkan segenap potensi yang ada didalam diri pemuda yang dilakukan melalui penyadaran, pemberdayaan, pengembangan kepemudaan di segala bidang, sebagai bagian dari pembangunan nasional. Memang pemerintah selama ini telah berupaya memajukan terobosan guna mewujudkan pembangunan nasional kepemudaan tersebut melalui Program Prioritas Kepemudaan 2017 yang mana di dalamnya terdapat 12 program unggulan. Akan tetapi tidak kesemua program sampai pada seluruh pemuda yang ada khususnya di NTB.

Prioritas Pemuda

Di momen Sumpah Pemuda tahun 2018 ini, sudah saatnya pemuda Nusa Tenggara Barat kembali memaknainya dan berefleksi diri. Semangat Sumpah Pemuda jangan sampai luntur, mungkin hanya tujuannya yang sedikit berbeda, kini tujuannya agar Provinsi NTB dan bangsa ini bisa jauh lebih baik dan bermartabat.
Maka, sejatinya pemerintah dan masyarakat bersama-sama bergandeng tangan untuk memprioritaskan pembangunan dengan melibatkan semua unsur termasuk pemuda yang berkomitmen kuat. Pertama, Pemberdayaan dan peningkatan peran harus terus dilakukan secara optimal oleh pemerintah daerah. Pemuda berkualitas menjadi target pembangunan, peningkatan partisipasi dan peran pemuda dalam pembangunan harus didukung oleh ketersediaan anggaran dan sarana-prasarana kepemudaan, serta optimalisasi manajemen organisasi kepemudaan dalam rangka penyadaran, pemberdayaan, pengembangan kepemimpinan, pengembangan kewirausahaan dan ekonomi kreatif, serta pengembangan kepeloporan pemuda.
Kedua, ada regulasi dari pemerintah daerah terkait kualitas pendidikan perkawinan dini di NTB, generasi muda saat ini adalah generasi yang hidup pada masa demokratisasi pengetahuan. Dalam kemajuan era yang kental akan transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, pemuda wajib berperan dalam memajukan kapasitas dan kapabilitas dirinya. Semangat juang pemuda saat ini sekarang saatnya artinya ditengah-tengah dihantam dan diterpa masuknya tenaga kerja asing, pemuda harus mampu, semakin kreatif, inovatif, produktif, dan memiliki kapasitas lebih agar berdaya saing baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Ketiga, Pemuda sebagai elemen penting masyarakat dalam pembangunan daerah, sudah sepatutnya memaknai dan mewarnai setiap kebijakan pembangunan daerah. Kemajuan atau kehancuran bangsa dan negara bergantung pada kaum pemuda sebagai agen perubahan (agent of change). Fungsi dan peran pemuda sangat strategis sehingga diperlukan pengembangan nasional kepemudaan dimana di dalamnya terdapat inti pelayanan kepemudaan, yaitu penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan.
Sepatutnya, pemuda tidak lagi hanya dalam posisi sebagai penonton didalam pembangunan dan berpangku tangan serta menunggu inisiasi dari pemerintah daerah akan tetapi bersama-sama berperan mengisi pembangunan daerah. Ayo Bangun Pemuda… majukan NTB Gemilang.(*)

Ok//feb

Spirit Sumpah Pemuda 90 Tahun

Sumpah pemuda diperingati setiap 28 Oktober. Tahun ini tepat 90 tahun, anak muda Indonesia memberi sumbangsih untuk negeri ini.anak muda Indonesia saat ini harus meneruskan tonggak yang ditancapkan pemuda masa lalu.

Memperingati sumpah pemuda ke 90, Duta Damai Dunia Maya (D3M) Regional Mataram-Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Deklarasi Damai di car fre day (CFD) Jalan Udayana. Puluhan anak muda membacakan ikrar damai yang berisi.

Kami generasi muda Indonesia berjani bertakwa pada Tuhan YME, Kami generasi muda Indonesia berjanji setia dan taat kepada pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Menjaga Keutuhan NKRI. Kami generasi muda Indonesia berjanji mendukung perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kami generasi muda Indonesia berjanji untuk bersama-sama mencegah aksi radikalisme dan terorisme.

Dan kami generasi muda Indonesia mempunyai satu tekad untuk Indonesia damai.
Ketua Panitia Deklarasi Damai Baiq Hikmatul Hasanah mengatakan, deklarasi damai dilakukan oleh D3M serentak seluruh Indonesia. Untuk mengisi kegiatan deklarasi damai, D3M menyiapkan rangkaian khusus. Dimulai dari membagikan kalender khusus dengan tema Pemuda Beraksi dengan Inovasi dan Kreasi.

Pada kesempatan tersebut panitia, kata Hikmah, sekaligus sosialisasi tentang D3M Regional Mataram, diantara tugas yang dilakukan adalah memerangi hoax di dunia maya. Jika dahulu lawan fitnah hanya dari mulut ke mulut, maka saat ini fitnah yang muncul merambah dunia maya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Brian melanjutkan, deklarasi damai yang digelar bagian dari spirit sumpah pemuda. Dimana saat ini anak muda begitu lekat dengan media sosial. Sementara tidak semua hal di facebook dan instagram itu baik.

Diakuinya, mendekati pemilu dan pileg 2019 tensi di dunia maya kian panas. Semua informasi benar atau salah bertumpuk jadi satu. Sumber informasi tidak ada yang jelas.

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost