Lombok Post
Headline Politika

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

MATARAM-Partisipasi pemilih dalam pemilu serentak 2019 ditargetkan meningkat menjadi 77,5 persen. Naik dari partisipasi dalam Pemilu 2014 yang mencapai 75 persen.

Target tersebut diumumkan Komisioner KPU RI Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat Wahyu Setiawan di sela membuka kegiatan Konsolidasi Nasional Partisipasi Masyarakat di kawasan wisata Senggigi, tadi malam (31/10).

Konsolidasi itu sendiri rencananya akan berlangsung selama tiga hari hingga Jumat esok.

Wahyu mengatakan, dengan target yang sudah ditetapkan tersebut, selanjutnya KPU Pusat beserta jajarannya di daerah harus fokus untuk mencapai target tersebut.

”Kegiatan ini salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat tersebut,” ujarnya.

          Kenaikan target tersebut kata Wahyu dengan mempertimbangkan dinamika di masyarakat. Pihaknya meyakini, target tersebut realistis untuk bisa dicapai.

”Karena ini pemilu serentak maka potensi untuk mencapai target lebih besar,” katanya.

Dari seluruh provinsi di Indonesia, provinsi di wilayah timur Indonesia paling tinggi menyumbangkan angka partisipasi pemilih tersebut.

”Papua cukup tinggi partisipasi masyarakatnya,” kata dia.

          Menurut Wahyu, tingginya partisipasi masyarakat di Papua disebabkan beberapa faktor. Salah satunya sistem noken, sehingga ini yang menyebabkan angka partisipasi masyarakat di kabupaten/kota di Papua tinggi.

          Sementara itu, Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori sendiri memiliki target yang lebih tinggi di NTB. Dia mengungkapkan, partisipasi pemilih di NTB pada 2019 diyakini akan menembus angka 80 persen. Hal ini merujuk pada partisipasi pemilih pada pilkada serentak 2018 yang sudah mencapai 75,12 persen.

Capaian partisipasi pemilih pada Pilgub NTB tersebut menjadi modal menatap pemilu 2019. Artinya kata Aksar, beberapa strategi yang digunakan pada Pilgub NTB lalu bisa digunakan untuk Pemilu 2019. Khususnya yang berhubungan dengan partisipasi pemilih.

Dari data KPU NTB, pemilih yang menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub NTB mencapai 2.637.963 orang, dari DPT 3.511.890. Partisipasi pemilih tertinggi berada di Kota Bima yang mencapai 85,30 persen.

Disusul Lombok Utara 77,50 persen, Lombok Barat 77,30 persen, Lombok Timur 76,60 persen, Sumbawa 75,50 persen, Dompu 74,30 persen, Sumbawa Barat 70,90 persen, Lombok Tengah 70,80 persen, Mataram 70,20 persen, dan Bima 64,90 persen.

Staf Ahli Pemprov NTB Andi Pramaria yang hadir mewakili Gubernur NTB dalam pembukaan kegiatan Konsolidasi Nasional Partisipasi Masyarakat tersebut juga berharap target yang sudah ditetapkan KPU bisa tercapai.

”Tren partisipasi pemilih memang menurun. Yang tertinggi pada 1999 mencapai 90 persen lebih. Tapi kita harus optimistis partisipasi masyarakat bisa meningkat lagi dan mencapai target,” kata Andi. (puj/r8)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Baru Satu Kabupaten Ajukan UMK

Redaksi LombokPost