Lombok Post
Headline Metropolis

Sudenom Kembali Berulah

Baiq Nelly Kusumawati

MATARAM-Sejak dibebastugaskan dari jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Sudenom dikabarkan tidak pernah ngantor. Belum diketahui apa yang menyebabkan ia tidak masuk. Padahal statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih melekat tugas dan tanggung jawab seorang abdi negara.

Namun ketidakhadirannya seperti enggan ditindak Tim Penegakan Disiplin Pegawai Daerah Kota Mataram. Beberapa kali tidak masuk, tapi tidak membuahkan peringatan-peringatan disiplin.

“(Soal itu) tanya BKPSDM,” tandas Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito saat dimintai keterangan.

Eko terlihat irit dan hati-hati bicara. Bahkan pertanyaan langsung soal pendapat ia sebaiknya seperti apa Sudenom menjalankan tugas sebagai PNS ditanggapi dengan senyum. “Hehe,” ujarnya pendek.

Eko lantas pergi. Tidak menjawab pertanyaan lain tentang Sudenom.

Sanksi bagi PNS yang tidak masuk kerja tertuang dalam PP No 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Dalam aturan itu ada tiga jenis sanksi disiplin yang dikenakan. Diantaranya, sanksi ringan jika tidak masuk antara 5-15 hari. Lalu ada sanksi sedang yang dikenakan antara 16-30 hari. Sedangkan sanksi berat jika PNS tidak masuk antara 31-45 hari.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati mengakui stafnya atas nama Sudenom tidak pernah masuk. Sebelumnya, Sudenom sudah mengajukan cuti. Namun itu sudah selesai.

Kini kata dia, pihaknya akan melayangkan surat teguran kepada yang bersangkutan. Sebab, dari aturan, Sudenom melanggar pasal 8 PP No. 53/2010 tentang disiplin PNS. “Saya tidak tahu persis berapa kali dia (Sudenom, Red) tidak masuk. Tapi yang jelas sampai sekarang belum masuk,” kata perempuan berjilbab ini.

Teguran akan dilayang sampai tiga kali. Jika tidak ada respons, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas. Mungkin bisa saja dilakukan penurunan pangkat. Sesuai arahan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) daerah akan memberikan tindakan tegas kepada PNS yang melanggar disiplin. Salah satu tindakan yang dilakukan pemotongan tunjangan bagi PNS.

Disamping itu, sanksi pelanggaran disiplin PNS terkait ketentuan tidak masuk kerja. “Kalau 16 sampai 30 hari bisa penurunan pangkat,” jelasnya.

Pihaknya akan melihat sejauh mana ketidakhadiran Sudenom. Jika yang bersangkutan melanggar disiplin ringan, maka dapat teguran lisan dan tertulis. Sedangkan apabila melanggar disiplin sedang, PNS bisa dikenakan penundaan kenaikan gaji berkala, penundaan kenaikan pangkat, hingga penurunan pangkat selama satu tahun.

Namun pelanggaran disiplin berat dapat mengakibatkan pemberhentian tidak hormat. Jika yang bersangkutan tidak pernah masuk selama lebih dari 46 hari ke atas. “Nanti kita lihat kalau lebih dari 46 hari ada penindakan,” pungkas Nelly. (zad/jay/r7)

Berita Lainnya

Dorfin Diduga Suap Polisi

Redaksi LombokPost

Pengedar Upal Sasar Kios Kecil

Redaksi LombokPost

Imigrasi Mataram Deportasi Empat WNA Tiongkok

Redaksi LombokPost

Dewan: Pol PP Jangan Takut!

Redaksi LombokPost

Tak Sungkan Korupsi Rumah Tuhan

Redaksi LombokPost

Komisioner Baru KPU NTB Dilantik Hari Ini

Redaksi LombokPost

Dorfin Felix, Bule Penyelundup Narkoba Kabur dari Polda NTB

Redaksi LombokPost

Izin PT Temada Tak Bermasalah

Redaksi LombokPost

Maret, PNS Baru Mulai Bekerja

Redaksi LombokPost