Lombok Post
Giri Menang

Kinerja Sejumlah OPD Kurang Memuaskan

HM Taufiq

GIRI MENANG-Kinerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Lombok Barat (Lobar) dalam sorotan. Lantaran, beberapa OPD dinilai memiliki kinerja yang kurang maksimal. Karenanya, dalam waktu dekat Pemkab Lobar akan melakukan mutasi susulan.

“Ada beberapa OPD yang kami lihat kinerjaanya tidak memuaskan. Tidak mungkin dalam satu organisasi semuanya sempurna,” ujar Sekda Lobar HM Taufiq kepada wartawa saat memantau jalannya test CPNS di Grand Imperial Ballrom Kota Mataram.

Ditanya OPD mana saja yang dalam catatan sekda tidak memuaskan, ia lebih memilih merahasiakan. Termasuk juga ketika ditanya jumlahnya, sekda tidak merincikan. “Pokoknya banyaklah,” cetusnya.

Kinerja para PNS Lobar diuraikannya dapat dilihat dari kedisiplinan mereka mengikuti apel. Termasuk dalam menyelesaikan tugas di bidangnya masing-masing. Ia menjelaskan, hanya berapa persen PNS yang disiplin. Padahal, jika mau melihat kembali proses seleksi CPNS di Lobar, ia mengingatkan persaingannya sangat berat.

“Makanya jadi pegawai jangan malas. Apapun posisi kita dan dimanapun kita ditempatkan pimpinan harus syukuri dan bekerja maksimal. Tunjukkan profesionalitas kita,” tegasnya.

Pemkab Lobar juga telah merencanakan untuk melakukan assessment pegawai dalam waktu dekat. Masih dikaji apakah akan dilakukan tahun 2018 atau awal 2019 mendatang. Mengingat ada pejabat eselon II dan III yang akan pensiun dalam waktu dekat. Sehingga assessment harus dilakukan.

“Kalau assessment itu akan dilakukan oleh pihak ketiga. Tapi untuk (evaluasi) yang sehari-hari, itu tugas kepala OPD,” pintanya.

Sekda juga menanggapi adanya sejumlah pimpinan OPD atau bagian diisi oleh pejabat yang kurang berkompeten. Misalnya saja di Bagian Hukum. Terbukti, dalam beberapa kasus sengketa, Pemkab Lobar kerap kalah. Mulai dari sengketa lahan Pasar Tawun, sengketa lahan SMPN 2 Gunungsari, hingga kasus gugatan Pilkades Ombe yang belum lama ini terjadi.

“Bupati saya pikir sudah melihat itu, mana bagian yang lemah tidak ada inovasi dan lain sebagainya,” paparnya.

Sekda juga membeberkan saat ini pihaknya tengah membahas proses mutasi lanjutan bersama Baperjakat. “Paling lambat Desember. Tapi semua tergantung bupati,” tandasnya. (ton/r3)

Berita Lainnya

Dewan Minta Akuisisi PT Indotan Diaudit

Redaksi LombokPost

Permabudi NTB Gelar Dharmasanti Waisak

Redaksi LombokPost

Lalu Zulfikar Ali, Caleg Terpilih Partai Berkarya

Redaksi LombokPost

Ini Janji Terbaru Farin!

Redaksi LombokPost

Bupati Pimpin Rapat Final Penertiban Vila Bodong

Redaksi LombokPost

Lobar Usulkan 217 Formasi CPNS

Redaksi LombokPost

Lahan Bendungan Meninting Habiskan Rp 196 M

Redaksi LombokPost

Pembangun RTG Lambat, Ancam Putus Kontrak

Redaksi LombokPost

9.600 PJU akan Habis Rp 62 Miliar

Redaksi LombokPost