Lombok Post
Headline Praya

21 Desa Minta Pencoblosan Ulang

PRAYA-21 desa, dari 96 desa yang menggelar Pilkades serentak 24 Oktober lalu di Lombok Tengah, mengusulkan pencoblosan ulang. Itu karena, sampai sekarang Pemkab belum berani menetapkan keputusan, apakah pencoblosan simetris tersebut, sah atau tidak.

        “Itu satu-satunya solusi menurut kami. Kalau tidak, maka tetap saja kami turun ke jalan,” ujar Musa’in, calon kepala desa (Kades) Nomor urut 5 Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, kemarin (5/11).

        Aksi ratusan massa dari 21 desa tersebut, dijaga ketat personel kepolisian. Tujuannya, jangan sampai terjadi aksi perusakan, apalagi pembakaran bambu atau ban-ban bekas. Aksi pun berjalan damai, itu setelah Sekda HM Nursiah menerima massa aksi.

        “Kasus di 21 desa ini sama, pencoblosan simetris,” sambung Samsul Rizal, salah satu tim pemenangan calon Kades di Desa Sabe, Kecamatan Janapria.

        Rizal mengatakan, di Desa Sabe terdapat dua pendapat soal pencoblosan simetris. Ada beberapa TPS yang menyepakati sah, ada juga yang tidak. Dua perbedaan tersebut, menciptakan gejolak politik dan gejolak sosial ditingkat akar rumput. Kalau tidak cepat disikapi, maka akan meluas dan membesar.

        “Gara-gara pencoblosan simetris, calon kami kalah. Awalnya, menang,” cetus Kertasari Retno, salah satu tim pemenangan calon Kades di Desa Janapria.

        Itu semua, ungkap Retno berawal dari Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 12 Tahun 2018. Seharusnya, sejak awal panitia ditingkat kabupaten, memberikan penjelasan kepada panitia desa. Saat pemilih mengambil surat suara, seharusnya dalam kondisi terbuka. Bukan terlipat. “Ini yang tidak dijalankan,” keluhnya.

        Menanggapi hal tersebut, Sekda Loteng HM Nursiah mengatakan, desa-desa yang sudah memasukkan gugatan hasil Pilkades, segera ditindaklanjuti melalui keputusan tim. Jika ada yang merasa tidak puas, maka masih ada jalur lain.

        “Silakan saja, ikuti prosedur,” serunya didampingi Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin, Kepala Dinas PMD Jalaludin, Kabag Hukum Setda Loteng H Mutawali dan para Camat se Loteng.(dss/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost