Lombok Post
Headline Metropolis

Pelamar CPNS Berguguran

SELEKSI: Para peserta tes CPNS Pemprov berada di ruang komputer untuk mengikuti seleksi kompetensi dasar, kemarin (5/11).

MATARAM-Seleksi CPNS tahun ini benar-benar ketat. Mereka yang tidak memenuhi standar passing grade atau nilai ambang batas terancam gugur. Hal itu terbukti dalam seleksi kompeteni dasar (SKD) yang digelar Pemprov, kemarin. Sebagian besar peserta tidak memenuhi stadar passing grade. 

        Dari pantauan Lombok Post pada sesi pertama hingga sesi ketiga, hanya dua orang yang memenuhi standar passing grade. Selain itu para peserta belum mampu mengejar nilai ambang batas yang ditetapkan.

”Sesi satu tadi tidak ada yang lolos passing grade,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Fathurrahman, kemarin (5/11).

        Untuk bisa lolos para peserta harus memenuhi standar nilai tiga jenis tes, yakni tes wawasan kebangsaan (TWK) dengan passing grade 75, tes intelegensia umum (TIU) dengan standar nilai 80, dan tes karakteristik pribadi (TKP) dengan nilai minimal 143.

Masing-masing sub tersebut harus memenuhi standar nilai. Tidak bisa hanya dua atau satu saja yang memenuhi standar, tapi ketiga sub itu wajib memenuhi standar. Misal kalau di TWK dan TIU dia tinggi tapi kalau TKP tidak memenuhi, tetap tidak dianggap memenuhi standar. Karena itu para peserta harus memaksimalkan waktu 90 menit agar passing grade terpenuhi.

”Tidak ada artinya tes lain tinggi tetapi yang lain jeblok,” katanya.

Bila sampai akhir nanti tidak ada peserta yang memenuhi passing grade, maka formasi tersebut tidak akan terisi. Untuk mengatisipasi hal itu, tentu BKD akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), apakah formasi diisi atau tidak.

”Kami berharap semua formasi bisa terisi,” kata Fathurrahman.

Dia menambahkan, bagi peserta yang lolos passing grade juga belum tentu diterima sebagai PNS. Mereka akan diurutkan lagi, masing-masing formasi akan diambil tiga terbaik yang nilainya paling tinggi. Tiga besar itulah yang berhak mengikuti seleksi berikutnya. ”Kalau nilainya sama, nanti akan dilihat siapa yang lebih bagus nilai TKP-nya,” terangnya.

Sementara itu, proses seleksi hari pertama berjalan lancar. Tidak ada kendala teknis yang mengambat. Sebelum masuk ke ruang seleksi, para peserta diberikan pengarahan terkait tata cara pelaksanaan tes menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Baru setelah itu masuk menjawab 100 soal selama 90 menit. Sehari dibagi menjadi lima sesi, setiap sesi diisi 98 orang peserta. Sehingga dalam sehari bisa menyeleksi 490 orang peserta.

Namun hingga sore kemarin, dari 490 orang peserta yang datang mengikuti seleksi hanya 481, dan 9 orang tidak hadir tanpa ada keterangan. Mereka otomatis gugur karena tidak ikut seleksi.

Fathurrahman tidak mau menyebut berapa jumlah perserta yang tidak memenuhi standar hingga sesi terakhir, tapi yang jelas nilai tertinggi secara akumulatif dengan nilai 360, dan terendah 107. Semua hasil seleksi akan dikirim ke Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2018.

”Yang menentukan peserta lulus atau tidak nanti Panselnas,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa peserta yang keluar ruangan seleksi mengaku kecewa karena tidak mampu memenuhi passing grade. Namun tidak ada yang bisa dilakukan. Mereka sudah mengetahui nilainya langsung setelah selesai tes.

Seperti Berti Mandala Putra yang melamar sebagai guru di SMAN 3 Wera, Bima. Ia mengaku soal-soal seleksi gampang, hanya saja pertanyaanya banyak sehingga tidak cukup dengan waktu yang ada. Nilai akhir yang didapatkan 292, dengan rician TWK 90, TIU 70 dan TKP 132. Dengan begitu ia tidak memenuhi standar nilai. Meski begitu ia masih berharap ada keajaiban sehingga dia bisa diterima menjadi CPNS.

”Kecewa sih, tetapi saya tetap berharap, mudah-mudahan diterima,” katanya.

Sementara Erin, salah seorang perserta dari Sumbawa mengakui ia tidak memenuhi standar passing grade. TWK dan TIU dia mampu penuhi, hanya saja di TKP baru mencapai 119, sehingga tidak memenuhi standar. ”Sedih sih ngak, kecewa juga ngak karena saya tidak terlalu menargetkan harus lulus,” katanya.

Baginya CPNS bukan satu-satunya lapangan tempat bekerja, masih banyak profesi lain yang bisa dicobanya. Apalagi sekarang dia sudah bekerja di salah satu perusahaan swasta.

Setelah mengikuti tes, para peserta melihat nilai mereka di layar monitor yang dipasangkan di luar kantor BKD NTB. (ili/r8)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost