Lombok Post
Giri Menang Headline

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

TERGENANG: Tenda milik Abdul Karim, pengungsi korban gemba di Desa Lembah Sari Kecamatan Gunungsari, tergenang air hujan yang mengguyur, siang kemarin (7/11).

GIRI MENANG-Nasib korban gempa di Lombok Barat (Lobar) kian tak jelas. Pemerintah daerah mengklaim percepatan pembangunan rumah bagi korban gempa terus dilakukan. Namun fakta di lapangan berbicara lain.

Ribuan korban gempa masih tertahan di pengungsian. Nasib mereka kini memilukan seiring datangnya musim hujan.

“Air masuk ke dalam tenda. Makanya kami berusaha menyelamatkan barang-barang elektronik agar tidak rusak oleh air hujan. Sudah beberapa hari seperti ini,” tutur Abdul Karim, warga Dusun Lendang Re Desa Lembah Sari Kecamatan Gunungsari.

Siang kemarin, Abdul Karim dan keluarganya sibuk karena hujan. Ia bergegas memindahkan seorang anaknya yang tertidur pulas ke tenda lain. Tenda yang lebih aman dari air hujan.

Maklum, tenda darurat yang ia buat semenjak gempa mengguncang sudah berubah menjadi kolam. Air hujan merangsek membanjiri tempat tidur hingga dapur di dalam tenda.

“Anak saya satu sedang tidur makanya saya pindahkan ke tenda tetangga. Kalau tenda kami sudah tidak bisa dipakai. Nanti malam kami juga tidak bisa tidur kalau seperti ini,” tutur pria tersebut.

Dibantu istrinya, dan seorang anaknya yang masih kecil, ia berusaha mengamankan barang-barang berharga ke tenda tetangganya. Kondisi ini selalu terjadi ketika hujan mengguyur. Ini bukan kali pertama dihadapi Abdul Karim. “Sebelumnya saya juga sudah pindah lokasi bangun tenda, tapi tetap saja air hujan masuk ke dalam tenda kami,” ucapnya pasrah.

“Kami harap batuan untuk perbaikan rumah bisa disegerakan. Soalnya kalau hujan seperti ini kami tidak bisa tidur malamnya nanti,” sambungnya.

Kepada Lombok Post, Abdul Karim sendiri mengaku belum menerima bantuan. Rekening pun belum ada. Apalagi uang Rp 50 juta seperti yang dijanjikan presiden. Karena rumahnya masuk kategori rusak berat. Sampai saat ini, ia belum tahu kejelasan bantuan tersebut.

Tidak hanya Abdul Karim, sejumlah warga lainnya di wilayah Kecamatan Batulayar juga menghadapi kondisi yang sama. Misalnya seperti warga Dusun Senggigi, Desa Senggigi. Mereka saat ini masih bertahan di pengungsian dalam kondisi yang memprihatinkan. “Air hujan banyak masuk ke tenda. Makanya kami menumpuk di tenda yang aman dari genangan,” tutur Parhin salah seorang warga.

Sehingga, ia berharap bantuan Hunian Sementara (Huntara) dari pemerintah Lobar bisa diberikan. Terlebih, belum lama ini warga dijanjikan akan menerima bantuan Huntara. Sayangnya, hingga saat ini tidak ada realisasinya.

“Katanya kami mau dibangunkan Huntara. Itu ada sisa bambunya yang mau dijadikan tiang Huntara. Tapi sampai sekarang tidak jadi terus dibangun,” sesal Parhin sambil menunjuk sejumlah tiang bambu di area pengungsian.

Dengan kondisi ini, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar Hartono Ahmad mengaku pihaknya berupaya membantu korban gempa untuk membangun Huntara. Mulai dari mengajukan Huntara ke BNPB hingga menunggu bantuan dari pihak ketiga atau pihak lain. Karena Pemkab Lobar sendiri tidak menganggarkan sepeser pun untuk pembangunan Huntara dari APBD Perubahan.

Pemkab beralasan defisit anggaran akibat hilangnya PAD dari Senggigi sekitar Rp 68 miliar. “Kami akan mencoba membangun Huntara bekerja sama dengan pihak ketiga, selain percepatan pembangunan hunian tetap juga kita lakukan,” ujar dia.

Saat ini pihaknya juga sudah mendata jumlah pengungsi korban gempa yang tersisa karena tidak memiliki tempat tinggal. Jumlahnya diterangkan Hartono sekitar 9.345 atau .115 Kepala Keluarga (KK). Mereka tersebar di empat kecamatan yakni Batulayar, Gunungsari, Lingsar dan Narmamda.

“Kami sarankan mereka tinggal di rumah keluarga. Kami juga saat ini berupaya memperhatikan makanan dan sembako untuk mereka,” ucapnya. (ton/r5)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost