Lombok Post
Tanjung

Disbudpar dan Warga Gili Meno Gelar Mandi Safar

PEMBUKAAN: Sekda Lombok Utara H Suardi membuka event Mandi Safar di Gili Meno, kemarin (7/11).

TANJUNG-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara bekerjasama dengan masyarakat Gili Meno kembali menggelar Mandi Safar atau Rebo Bintang, kemarin (7/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari event tahunan Festival Pesona Gili Indah. Ini sekaligus upaya untuk membangun kembali promosi pariwisata dan budaya Lombok Utara pascagempa.

Agenda tahunan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah. Diantaranya,  Sekda Lombok Utara H Suardi yang sekaligus membuka secara resmi event tahunan tersebut. Tampak pula sejumlah kepala OPD.

“Dalam acara ini kita rangkai dengan sejumlah kegiatan, Mandi Safar jadi agenda utama dengan dimeriahkan  perlombaan, seperti lomba jukung, lomba kano, fashion show dan tarik tambang,” ungkap Kadisbudpar Lombok Utara H Muhamad, kemarin (7/11).

Ia menambahkan, dalam acara itu masyarakat diajak bersinergi untuk mengemas kegiatan yang berlangsung. Rangkaian kegiatan yang diharapkan ditampung agar terkesan tidak meninggalkan kearifan lokal sekitar yang ada dan tidak keluar dari tema kegiatan.

“Malam sebelum acara kita menggelar pengajian umum dengan masyarakat sekitar,”sambungnya.

Ritual Mandi Safar ini bebernya tetap tidak keluar dari norma agama. Yakni sebelum acara Mandi Safar pemerintah bersama warga sekitar dan sejumlah wisatawan melakukan acara peroahan, doa bersama dan acara selakaran tanpa adanya sesaji yang disuguhkan. Selanjutnya masyarakat terjun ke pantai untuk mandi bersama-sama karena  mandi Safar dipercaya memiliki nilai kerohanian.

“Tidak lain event ini untuk menunjukan bahwa pariwisata Lombok Utara sudah mulai bangkit, sehingga ini bagian dari recovery pariwisata,” jelasnya

Sementara itu, Sekda Lombok Utara H Suardi menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam event tahunan ini. Selain sebagai upaya promosi pariwisata, agenda tahunan seperti ini merupakan bagian dari silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat.

“Kita juga dapat mendengar apa yang menjadi saran dan keluhan masyarakat, agar pariwisata ini dapat kita bangun sama-sama,”pungkasnya.(fer/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost