Lombok Post
Headline Praya

Sengketa Pilkades Meruncing

Massa aksi sengketa hasil Pilkades serentak di Lombok Tengah, saat melaksanakan aksi di kantor bupati, Senin (5/11) lalu.

PRAYA–Panitia Pilkades serentak di beberapa desa di Lombok Tengah, mulai dipersoalkan. Keberadaannya, dinilai tidak netral. Akibatnya, menguntungkan dan merugikan sejumlah pihak.

“Kami benar-benar menyesalkan kejadian ini. Seharusnya, panitia bekerja profesional,” sesal salah satu tim pemenangan calon kepala desa (Kades) di Desa Durian, Janapria Muhammad Suhaili, kemarin (7/11).

        Pilkades di Desa Durian, tekan Suhaili cacat hukum, sehingga sebagian besar warga menuntut agar dilakukan pencoblosan ulang. Kalau tidak, maka gejolak sosial dan politik akan terjadi. “Di tempat kami juga seperti itu,” sambung salah satu tim pemenangan calon Kades di Desa Aik Darek Muhammad Sarifudin.

        Tim dan warga pun, beber Sarifudin memutuskan membawa persoalan tersebut, ke tim penyelesaian sengketa hasil Pilkades. Ia pun berharap, tim yang dibentuk Pemkab itu benar-benar bekerja profesional, netral, transparan dan akuntabel.

        “Awalnya saya menang, tapi berubah menjadi kalah. Itu karena, tiba-tiba ada dugaan penggelembungan suara,” cetus salah satu calon Kades Sukarara Lalu Supardi.

        Yang melakukannya, sesal Supardi diduga panitia Pilkades dan pihak-pihak tertentu, yang berusaha menghalalkan segala cara. Kalau sudah seperti itu, maka pesta demokrasi ditingkat akar rumput tahun ini, menjadi suram. Tidak bisa dipetik pelajaran, guna mendewasakan masyarakat berpolitik. Yang ada, terpecah belah dan bercerai berai.

        “Itu berawal dari panitia, yang kami duga curang dan nakal. Bukannya menjadi contoh, justru merusak,” tambah salah satu tim pemenangan calon Kades di Desa Selebung Rembiga Muhammad Subuh.

        Di Selebung Rembiga, ungkapnya telah terjadi pencoblosan dua kali. Diduga, yang menjalankan aksi tersebut para panitia. Suara tidak sah yang semula ada 96, tiba-tiba berubah menjadi 266. Kemudian, jumlah DPT melebihi surat suara dan surat suara cadangan, tercoblos semua.

        “Ini dilakukan cukup rapi, senyap dan menyeluruh. Tapi, ketahuan juga. Bukti-bukti pelanggaran sudah kami laporkan,” ujar Sekretaris BPD tersebut.(dss/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost