Lombok Post
Headline Selong

Empat Langkah Menangkal Hoax

AKBP Bagus Winarta, S.IK

Selong – Di zaman serba digital ini, kemunculan kabar hoax semakin tak bisa dihindari. Di mana kabar yang belum pasti kebenarannya tersebut seringkali membuat masyarakat ketakutan.  Kalang kabut, dan tak jarang menimbulkan dampak negatif lainnya.

Beberapa hari terakhir warga Kecamatan Selong sempat dihebohkan dengan kabar percobaan penculikan di SDN 4 Pancor. Salah seorang warga Selong Makrifat mengatakan jika pesan tersebut dibaca melalui Whatsapp grup remaja kampungnya.

“Katanya itu hoax. Saya melihat ada anggota polisi yang menulis di status facebooknya tentang ketidakbenaran kabar tersebut,” kata Makrifat.

Mengomentari hal tersebut, Kapolres Lotim AKBP Bagus Winarta S.I.K mengatakan belum mendengar kabar mengenai informasi hoax yang tersebar itu. Begitu juga dengan kebenaran akan adanya percobaan penculikan di SDN 4 Pancor. “Nanti kita telurusuri lagi kebenarannya,” kata AKBP Bagus Winarta.

Menurut AKBP Bagus Winarta, ada empat langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk menangkal kabar hoax agar tidak sampai berdampak pada warga lainnya. “Pertama, pastikan dulu kebenaran berita tersebut,” kata AKBP Bagus kepada Lombok Post, kemarin (8/11).

Menurutnya, memastikan kebenaran berita bisa dilakukan dengan banyak cara. Namun intinya jangan sampai main share atau sebar sebelum memastikan kebenaran informasi yang didapatkan tersebut. Setelah hal tersebut dilakukan, barulah menuju langkah selanjutnya.

AKBP Bagus mengatakan pastikan sumber kabar tersebut tidak hanya berasal dari satu media. Artinya, masyarakat bisa melakukan komparasi atau mencari perbandingan dengan sumber-sumber lainnya. “Tidak hanya di medsos saja, tapi apakah informasi itu ada juga di media-media lain,” terangnya.

Pastikan dulu kebenaran berita. Kedua sumber. Tapi muncul tidak dengan sumber-sumber yang lain. Dibandingkan dengan media-media lain apakah ada informasi seperti itu.

Langkah selanjutnya adalah masyarakat sebisa mungkin tidak mengikuti grup atau komunitas yang tidak jelas di media sosial. “Salah satu contohnya beberapa grup yang sering mendiskriminasi sesuatu,” jelas AKBP Bagus.

Adapun langkah keempat adalah dengan menggunakan fitur-fitur pengaman yang mampu meminimalisir informasi hoax di handpone masing-masing.

Mantan Kapolres Kota Bima ini juga mengatakan Kasubag Humas Polres Lotim juga bisa menjadi tempat warga untuk mengadu. Di mana tugas dari kasubag humas sendiri adalah mengakomodir kejadian dari fungsi-fungsi operasioanal.

Adapun bagi warga yang berada di desa, tempat terdekat yang bisa dikunjungi warga untuk mengadu adalah babinkamtibmas di seluruh desa. Selanjutnya ada juga polsek di masing-masing kecamatan. “Biasanya babinkamtibmas informasinya update. Karena kita punya grup sendiri,”  jelasnya. (tih/r2)

Berita Lainnya

Serah Terima Surat SuaraTunggu Penyortiran dan Pelipatan

Redaksi LombokPost

Destinasi Wisata di Sembalun Belum Direhab, Diguncang Gempa Lagi

Redaksi LombokPost

Rekompak: Konstruksi RTG yang Rusak Akibat Gempa Belum Sempurna

Redaksi LombokPost

Gempa Tak Ganggu Ujian Nasional

Redaksi LombokPost

Polisi Akhirnya Turun Tangan Tertibkan Galian C Ilegal

Redaksi LombokPost

Dapur Umum Rumahan ala Pengungsi Desa Pesanggrahan, Montong Gading

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Terpal dan Trauma Healing

Redaksi LombokPost

OPD Harus Pahami Visi Misi Bupati

Redaksi LombokPost

Jaringan Irigasi Jangan Dikorupsi!

Redaksi LombokPost