Lombok Post
Headline Praya

Hujan Mulai Minta Korban

Akibat hujan lebat disertai angin, pohon di jalan raya Gerunung, Praya Lombok Tengah ini tumbang, banjir pun menerjang jalan raya pertokoan Praya, Rabu sore (7/11) lalu.

PRAYA-Hujan lebat yang disertai angin kencang, Rabu sore (7/11) lalu di Lombok Tengah, menelan korban jiwa. Rafik Amar bin Anarzomi, bocah tiga tahun, terseret air bah saluran irigasi di kediamannya di Lingkungan Juring Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya.

        “Hari ini (Kamis, kemarin) almarhum dimakamkan,” kata Lurah Lenang HL Muh Isnaini pada Lombok Post, kemarin (8/11). “Duka mendalam buat keluarga,” lanjutnya.

        Itu karena, cerita Isnaini saat kejadian, korban bersama orang tuanya, mandi hujan. Namanya saja anak-anak, korban berlari menuju saluran irigasi, hingga kakinya tergelincir dan terbawa arus. Sontak orang tuanya yang melihat, langsung menolong korban sembari berteriak minta tolong.

        Usaha orang tuanya pun, lanjut Isnaini sia-sia, karena korban sudah tidak bernyawa lagi. Jasad korban ditemukan sekitar 15 meter, dari tempat kejadian perkara (TKP). “Ini menjadi pelajaran buat kita, sebagai orang tua,” serunya.

        Terpisah, pantauan Lombok Post, lalu lintas kendaraan dari dan menuju Gerunung-Praya mecet total. Itu karena, satu pohon tumbang pas didepan kendaraan Suzuki Carry warna biru. Pengendara selamat, begitu pula kendaraannya, tidak ada yang rusak.

        Dengan peralatan seadanya, para pengendara roda empat pun bergotong royong memotong kayu. Sementara itu, pengendara roda dua nekat melintasi akses jalan tersebut. Ditempat lain, di jalan raya pusat pertokoan Praya, mobil Toyota Kijang dan motor jenis Honda Supra, mesinnya tidak bisa menyala. Itu setelah, melintasi banjir dengan ketinggian betis orang dewasa.

        Air tidak bisa mengalir secara normal, melalui saluran irigasi. Itu karena, banyaknya tumpukan sampah. Begitu pula, didepan kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Loteng. Termasuk, di SDN Merangbaru di Kelurahan Panjisari. Akibatnya, para siswa terpaksa diliburkan.

“Karena sudah masuk musim hujan, maka waspada banjir,” sambung Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng H Muhamad, terpisah.(dss/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost