Lombok Post
Headline

Kalah Pilkades, Jangan Rusak Kantor Desa

Pelayanan aparatur pemerintah desa di kantor Desa Lajut, Praya Tengah di Lombok Tengah, lumpuh total tidak ada aktivitas sedikit pun, Rabu (7/11) lalu.

PRAYA-Bagi yang merasa tidak puas, dengan hasil Pilkades serentak di Lombok Tengah, jangan menyegel, apalagi merusak dan membakar kantor desa. Karena kasihan warga, mereka akhirnya tidak mendapatkan pelayanan birokrasi desa.

        “Sudah lah, teman-teman yang kalah, diterima saja,” seru Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Loteng Sahim pada Lombok Post, kemarin (8/11).

        Khususnya, tekan Sahim para calon kepala desa (Kades) petahana. Jangan kemudian, menjadi akar masalah. Seharusnya, menjadi contoh, bagaimana sikap seorang negarawan. Bukan sebaliknya, menyulut dan membakar emosi warga. “Tolong jangan lakukan gerakan,” tegasnya.

        Ingat, tekannya lagi enam tahun kemudian, ada Pilkades serentak. Jadi, jangan merusak nama sendiri, gara-gara hal sepele. Sebaiknya, tempuh saja cara-cara yang sejuk dan damai, bisa melalui musyawarah mufakat, atau jalur hukum.

        Sahim mengatakan, kalau ada yang berniat lagi ingin merusak, maka dari sekarang urungkan, jangan lakukan. Karena merugikan pemerintah desa dan warga itu sendiri, anggaran desa akhirnya tersedot untuk memperbaiki kantor desa yang rusak.

        Pembangunannya pun, diakuinya butuh waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Selama itulah, pelayanan aparatur pemerintah desa tidak berjalan maksimal. “Jadi, mari kita pikirkan kepentingan yang lebih besar, dari pada kepentingan diri sendiri dan kelompok,” serunya lagi.

        Mantan Anggota DPRD Loteng tersebut berharap, bagi yang sudah melakukannya, agar diusut secara tuntas. Kewenangan tersebut, ada ditangan kepolisian. FKD pun percaya, cepat atau lambat mereka yang sudah bertindak diluar ketentuan hukum, akan diseret. Tinggal menunggu waktunya saja.

        Sementara itu, Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri mengatakan, upaya penyelesaian sengketa hasil Pilkades, sedang berlangsung. Tim masih bekerja ditempat tugas mereka masing-masing, terbagi menjadi tiga zona. “Melalui kesempatan ini, kita wajib mengacu pada ketentuan aturan yang berlaku,” seru Wabup.(dss/r2)

Berita Lainnya

Kelelahan, Enam PPS Tumbang

Redaksi LombokPost

PSU Rentan Money Politic

Redaksi LombokPost

Kinerja Dewan Mengecewakan, Pembahasan Raperda Sangat Minim

Redaksi LombokPost

Telkomsel Optimalkan Jaringan di Lebih dari 1.400 Titik Penting

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Jangan Ada Dendam Politik!

Redaksi LombokPost

Kepala Disnakertrans Paling Diminati

Redaksi LombokPost

Ratusan ASN Terjaring Razia Disiplin

Redaksi LombokPost

Tenaga Pemetaan BPS Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi Lombok Post

Siswa BLK Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi Lombok Post