Lombok Post
Tanjung

PAD Diperkirakan Sudah Tembus Rp 3 Miliar

Vidi Ekakusuma

TANJUNG-Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Izin Memperkerjakan Tenaga kerja Asing (IMTA) tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan Kepala Disnaker PMPTSP Lombok Utara Vidi Ekakusuma.

“Saya lupa angkanya, tapi ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya, kemarin (8/11).

Vidi menuturkan, sebelumnya Disnaker menargetkan PAD Rp 4 milliar. Namun adanya musibah gempa bumi beberapa waktu lalu membuat target diturunkan di bawah Rp 4 miliar. Hingga saat ini PAD dari retribusi IMTA diperkirakan sudah tembus Rp 3 miliar.

“Kalau target tahun sebelumnya sekitar Rp 2 miliar,” sambungnya.

Ia mengungkapkan, sebenarnya target tahun ini bisa tercapai dan bahkan melampaui. Namun hal tersebut terkendala bencana gempa. Akhirnya Rp 4 miliar menjadi target yang terlalu tinggi untuk dicapai.

“Tapi kalau Rp 3 milliar itu sudah bisa tembus,” katanya.

Ia melanjutkan, masalah retribusi IMTA ini sudah memiliki aturan dari pusat. Namun ada lagi surat dari kementerian bahwa daerah bisa memungut retribusi memperpanjang pengurusan IMTA.  Dengan aturan yang ada tersebut, ia yakin masih ada kesempatan mengejar target.

Sementara sebagai bentuk keseriusan dalam pengawasan TKA, Disnaker PMPTSP memiliki Tim Pengawasan TKA. Tim ini bertugas mendata dan mengawasi keberadaan TKA yang bekerja di seluruh hotel, maupun usaha lain di sektor pariwisata. “Saya yakin masih bisa capai target,” pungkasnya. (fer/r7)

Berita Lainnya

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost

Dikpora Pertanyakan Juklak dan Juknis

Redaksi LombokPost

Warga Sekitar Tambang Khawatirkan Longsor

Redaksi LombokPost

Disbudpar dan Warga Gili Meno Gelar Mandi Safar

Redaksi LombokPost

Mantapkan Persiapan UNBK Lebih Awal

Redaksi LombokPost

Pengungsi Berharap Huntap Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Minta Fortuner Wabup Dilelang

Redaksi LombokPost

Warga Kecewa Bupati Tidak Hadir Saat Hearing di DPRD

Redaksi LombokPost

Kadis Diminta Batasi Pembelian Randis

Redaksi LombokPost