Lombok Post
Tanjung

Warga Sekitar Tambang Khawatirkan Longsor

MASIH BEROPERASI: Aktivitas galian C di Pemenang terus berlanjut meski sudah ada dua kali teguran, belum lama ini.

TANJUNG-Aktivitas penambangan galian C di Dusun Telaga Wareng, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) terkesan dibiarkan. Meski dalam Perda Nomor 9 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) mengatur bahwa wilayah Kecamatan Pemenang merupakan kawasan wisata yang bebas dari aktivitas penambangan.

“Kita dari tim pengendali perda sudah  turun menanyakan terkait dokumen perizinannya melakukan penambangan. Benar memang aktivitas penambangan galian C itu tidak mengantongi izin penambangan,”ujar Kepala Bagian Pembangunan Setda Lombok Utara Lalu Majemuk, kemarin (8/11).

Ia menuturkan, turunnya tim pengendali pertama kali tidak dalam kapasitas langsung menyetop kegiatan. Melainkan menanyakan kepada mereka terkait izinnya saja. Namun, tim kembali turun untuk yang kedua kalinya lengkap bersama sat pol PP mengarahkan kepada pengusaha untuk mengurus kelengkapan dokumen izinnya.

“Kita meminta memberhentikan aktivitasnya. Namun sampai sekarang mereka tetap melakukannya sehingga kami bersama tim pengendali  mengundang mereka ingin menanyakan langsung. Alasannya mereka tidak berhenti menggali,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan  memaparkan aturan sekaligus mencari solusinya agar tidak melanggar. Pengusaha akan diarahkan bagaimana yang benar menurut aturan daerah.

Menurutnya, pemkab menampik melakukan aksi pembiaran terhadap aktivitas penambangan yang memang melanggar aturan perda. Tim sudah dua kali menyambangi sekaligus menanyakan langsung izinnya.

Ditanya terkait aktivitas penambangan di wilayah Pemenang salah atau benar, Majemuk menyatakan untuk penambangan galian C di wilayah Pemenang jelas salah dan langgar aturan. Namun menurut Majemuk, aktivitas itu dilakukan pengusaha karena ketidaktahuannya saja.

Dalam aturan menegaskan apabila aktivitas penambangan itu dilakukan untuk dikomersilkan maka jelas melanggar aturan. Namun apabila penambangan itu untuk kebutuhan penumbuhan bangunan sendiri maka akan dilihat lagi. Setelah itu akan dipertimbangkan dari aspek titik kerawanan lokasi galian itu. Soal untuk kebutuhan sendiri nanti ada instansi terkait yang mengkajinya.

“Untuk itu, tim penggali akan memanggil pengusaha itu hari ini (kemarin, Red) melibatkan seluruh tim dari instansi terkait,” sambungnya.

Pemanggilan tersebut ditujukan untuk mencari solusi. Namun Majemuk mengaku belum melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) karena akan coba diselesaikan dulu secara internal. “Kita selesaikan di internal dulu,” akunya.

Terpisah, pengawas penambangan Sairi mengaku aktivitas galian C tidak mengganggu dan tidak dipersoalkan oleh warga sekitar. Karena, penggalian dilakukan di lokasi sendiri untuk kebutuhan penimbunan bangunan usaha SPBU.

“Saya sudah bicara dengan bupati bahwa lokasi galian C ini akan ditata setelah kebutuhan untuk timbunan SPBU selesai nantinya. Dengan adanya SPBU nantinya akan menyerap tenaga karyawan juga, jadi tidak ada yang dirugikan,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang namanya tidak ingin dikorankan mengaku khawatir dengan aktivitas galian itu. Sebab aktivitas galian itu tidak hanya berbahaya bagi pengguna jalan raya, melainkan potensi longsor yang kemungkinan juga bisa diakibatkan oleh galian itu.

“Mereka menggali bukit, sedangkan lokasinya di pinggir jalan raya. Apalagi sekarang musim hujan bisa longsor itu bukit dikeruk,” pungkasnya. (fer/r7)

Berita Lainnya

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Bupati Dorong Percepatan Pembangunan di KLU

DASI dan Lombok Post Buka Puasa dengan Korban Gempa

Bapenda Segera Tertibkan Reklame Kedaluarsa

17 Ribu Data Korban Gempa Bermasalah

Jayaboard Restorasi Gedung Sekolah

Pemkab KLU Bakal Datangi Kemenkum HAM RI

Redaksi LombokPost

2.400 Paket Santunan Segera Disalurkan

Lahan Polteknik Vokasi Diklaim Sudah Clear