Lombok Post
Metropolis

Anggota Pokmas Harus Lebih Rajin

BERPACU WAKTU: Kepala Dinas Perkim Kota Mataram HM Kemal Islam tengah memantau pengerjaan RISHA di Pengempel Indah, Bertais, Sandubaya, Kota Mataram, kemarin (9/11).

MATARAM-Aplikator rumah instan sederhana sehat (RISHA) masih terus diupayakan bisa ditambah jumlahnya. Setelah sebelumnya berhasil menjalin kerja sama dengan empat aplikator di antaranya Waskita Karya, Wika Beton, dan dua UMKM. Kali ini BUMN di bidang konstruksi lainnya yakni Abipraya juga dibidik supaya bisa ikut bergabung menyiapkan panel RISHA di Kota Mataram.

“Masih tahap penjajakan dengan Abipraya,” kata HM Kemal Islam, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram.

Hadirnya Abipraya diyakini Kemal akan banyak membantu penyiapan panel RISHA. Ia menilai semakin banyak apikator yang bersedia menyiapkan panel RISHA, pembangunan RISHA di Kota Mataram bisa lebih cepat.

“Mereka juga menyiapkan panel RISHA di tempat lain, tidak apa-apa kita memang rebutan aplikator,”  ujarnya.

Kemal yang ditemui di Pengempel Indah, Bertais, Sandubaya tengah mengontrol perkembangan pengerjaan rumah RISHA dan RIKO, optimis target 48 rumah RISHA bisa diwujudkan. Di Pengempel Indah ia menyebut sudah ada 11 rumah RISHA berdiri.

“Belum lagi di Gontoran, itu juga sudah masuk 12 panel dan saat ini sedang mulai pembangunan,” jelasnya.

Kemal cukup pecaya diri RISHA di Gontoran akan bisa dibangun lebih cepat. Karena masyarakat di sana telah dibekali kemampuan memasang sendiri panelnya. Berbeda halnya dengan warga di Pengempel Indah, banyak yang harus meminta bantuan aplikator juga untuk pemasangan panel.

“Karena Pengempel ini kan proyek percobaan pertama, kita masih lihat-lihat formulasi idealnya, tapi nanti anggota pokmasnya akan kita kasih pelatihan juga cara pasang panelnya,” ujarnya.

Sementara untuk RIKO Kemal menjelaskan beberapa di antaranya masih proses pembangunan fondasi dan struktur. Belum ada yang jadi utuh, karena proses pengerjaannya butuh waktu lebih lama. Mengingat semua dikerjakan secara manual.

“Makanya saya datang ke sini (sendirian, Red) untuk memotivasi pokmas supaya mau bekerja lebih gesit,” terangnya.

Ia pun memberi deadline pada pokmas menyelesaiakan penembokan pada tanggal 15 November mendatang. Kalau tidak bisa cepat ia mengancam akan menarik bantuan pencairan ke pokmas yang lain.

“Kalau tidak begitu, mereka tidak mau termotivasi bekerja cepat,” cetusnya.

Ketua Pokmas RISHA Pengempel Indah Lalu Mandraguna mengakui pokmasnya sempat loyo bekerja. Ia bahkan sampai marah-marah pada anggotanya. “Saya sempat ngomel-ngomel, ketika datang material, mereka buru-buru pergi dengan berbagai alasan,” tutur pria yang akrab disapa Gun ini.

Tapi setelah dapat peringatan, pencairan akan sulit jika tidak segera menuntaskan pengerjaan, anggotanya kembali rajin bekerja. Mereka mengangkat material panel RISHA, semen, pasir, dan berbagai bahan RISHA lain.

“Sekarang sudah rajin semua,” ujarnya syukur.

Motivasi anggotanya memang sempat terganggu, karena berbagai peresoalan yang mendera di pengungsian. Mulai dari persoalan rumah tangga, hingga panel yang harus ditunggu lama.

“Syukurlah ada pengusaha yang juga percaya pada kami dan memberikan material seperti semen, baja ringan, dan lain sebagainya, mereka yakin kami punya uang, makanya mereka percaya diutangi,” terangnya.

Motivasi para pengungsi juga berlipat ganda setelah hujan rutin turun belakangan ini. Gun menuturkan, bagaimana tenda pengungsiannya sempat jebol karena tidak bisa menahan derasnya hujan.

“Pengungsi lain juga ada yang mengalami kejadian serupa, ada pula yang kebanjiran,” tuturnya.

Ini pun akhirnya membuat pengungsi kembali bersemangat kerja. Mengejar target penuntasan RISHA yang diberikan pemerintah. “Kita yakin pasti bisa,” tutupnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Bukan Tidak Tahu, tapi Malas Patuh!

Redaksi LombokPost

Uang Nomor Dua, Paling Penting Lingkungan Bebas Sampah

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Bangunan Tua Itu Perlu Direnovasi

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post

Akhirnya, Revisi Perda RTRW Sah!

Redaksi Lombok Post