Lombok Post
Giri Menang

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Sejumlah Huntara yang sudah selesai dibangun di Desa Dopang kemarin (9/11).

GIRI MENANG-Dinas Perumahan dan Pemukiman Lombok Barat (Lobar) sudah membangun ratusan hunian sementara (Huntara) untuk korban gempa yang masih tinggal di pengungsian. Sayangnya, Huntara yang dibangun ini masih belum mencukupi kebutuhan para korban gempa.

“Di Desa Dopang sudah dibangun 100 unit Huntara. Kami dibantu bahannya, masyarakat yang gotong royong membangun Huntara ini,” terang Kepala Desa Dopang Harun Nur Rasyid menunjukkan Huntara yang sudah mulai ditempati warga.

100 unit Huntara tersebut dibangun di dua dusun. Yakni di Dusun Dopang Selatan dan Dusun Dopang Utara, masing-masing 50 unit. Sayangnya, masih ada korban gempa yang belum mendapatkan Huntara.

“Korban gempa yang rumahnya rusak berat di Desa Dopang sekitar 1.300 unit. Sebanyak 900 KK masih belum memiliki Huntara,” ujar Harun Nur Rasyid.

Pantauan Lombok Post, Huntara yang dibangun di Desa Dopang lebih aman dari genangan air hujan. Karena Huntara dibangun di atas pondasi yang tinggi. Berbeda dengan Huntara di Desa Kekait dan Guntur Macan yang digenangi air hujan.

Material Huntara yang dibangun warga Desa Dopang berasal dari bambu, spandek hingga kalsiboard. “Kami dapat pendampingan dari tim teknis Dinas Perkim. Cuma yang bangun warga, secara gotong royong,” lanjutnya.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Lobar, saat ini ada sekitar 9.535 warga yang masih bertahan di tenda pengungsian darurat. Sekitar 3.115 warga masih belum memiliki Huntara.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar Lalu Winengan mengaku, pihaknya akan menyiapkan sekitar seribu Huntara yang diperuntukan bagi warga yang masih tinggal di pengungsian.

“Kami dapat donasi dari sejumlah pihak. Mulai dari Pelindo, Pemkab Kediri, BNPB, KORPRI, Yayasan Baitu Mal, NU Jawa Timur, Varindo, PGI, LDS, iNews TV hingga sejumlah pihak lain,” akunya.

Jumlahnya Huntara sumbangan dari berbagai instansi ini bervariasi. Jika dijumlahkan, mencapai sekitar seribu unit. Beberapa Huntara dikatakan Winengan kini tengah dibangun. Misalnya di Desa Dopang Kecamatan Gunungsari, Desa Mambalan hingga Desa Senggigi.

“Huntara ini bisa melindungi warga dari hujan dan genangan. Warga yang belum punya tempat tinggal akan kita arahkan menempati Huntara,” lanjutnya.

Selain membangun Huntara, pihaknya juga mengaku mempercepat pembangunan Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA) bagi korban gempa yang rumahnya rusak berat. Tercatat 100 unit RISHA kini sedang dalam proses pembangunan.

“17 unit sudah naik atapnya. Kami akan serahkan saat kunjungan menteri 21 November mendatang,” jelas pria berkepala plontos tersebut.

Winengan menjelaskan, sebanyak 130 Kelompok Masyarakat (Pokmas) sudah terbentuk. 6.834 KK warga sudah menerima bantuan uang dalam rekening tabungan. Total anggaran yang sudah ditrasfer pemerintah pusat untuk korban gempa di Lobar mencapai Rp 124 miliar. Sementara Pokmas yang sudah siap sebanyak 1.850 Pokmas untuk 32.000 KK. Sejauh ini tercatat total sebanyak 74.500 KK yang rumahnya rusak berat akibat gempa.

 “Sebanyak 1.817 KK sudah menerima uang bantuan,” ungkap Winengan. (ton/r3)

Berita Lainnya

Perawatan Jalan Memang Tak Maksimal

Redaksi LombokPost

Dekat PLTU, Jalur ke Jeranjang Malah Gelap Gulita

Redaksi LombokPost

Tekan Kemiskinan, Eksekutif dan Legislatif Harus Bersinergi

Redaksi LombokPost

Calon PNS Siapkan Diri, Tes SKB Digelar Sehari

Redaksi LombokPost

Jaspel Puskesmas Gunungsari Tersumbat

Redaksi LombokPost

Hotel di Senggigi Mulai Bangkit

Redaksi LombokPost

Empat Bulan Tersiksa di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Giliran Warga Langko Gedor Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost