Lombok Post
Metropolis

Kreatif..!! Babinsa di Mataram Ganti BBM Motor Dengan Elpiji 3 Kg

HASIL EKSPERIMEN: Patriot menunjukan sepeda motor yang telah ia modifikasi bahan bakarnya menggunakan gas elpiji 3 kg, beberapa waktu lalu.

Beragam cara dilakukan untuk mengirit BBM. Misalnya dengan mengkonversi BBM dengan gas elpiji 3 kg. Seperti yang dilakukan prajurit TNI AD berikut ini.

 LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

———————————————————–

TABUNG gas melon atau elpiji 3 kilogram (kg) memang rawan meledak. Karenanya wajar jika akhirnya banyak orang yang enggan bereksperimen atau mengutak-atik benda ini. Resikonya bikin ngeri dan ciut nyali.

Tapi tidak dengan Patriot Kesatria Kurniawan, seorang babinsa TNI AD. Saat ditemui di rumah dinas TNI AD Gebang, Mataram, Patriot dengan sangat percaya diri mengangkat tabung gas itu. Lalu menaruh di sebuah keranjang besi di belakang motor trailnya.

“Ini pengganti BBM,” kata Patriot bangga.

Patriot memang dikenal sebagai Babinsa yang bisa segalanya. Ia barangkali juga pantas di juluki profesor. Kesenangannya bereksperimen hal-hal gila seperti utak-atik tabung elpiji, membuat ia banyak menerima pujian dari atasan, rekan-rekan, dan rakyat.

Ia bertutur, awal mula keinginannya mengutak-atik motor trailnya agar bisa menggunakan bahan bakar elpiji, bermula saat ia menonton televisi. Di sana dikisahkan orang-orang yang berani bereksperimen.

Seketika itu juga ia berniat menirunya. Ngerinya tabung elpiji tidak membuat nyali Patriot surut. Padahal ia dihadapkan sedikitnya dua risiko. Pertama risiko eksperimen gagal yang membuat motor kesayangannya rusak. Lalu resiko yang kedua paling parah, tabung gas elpiji meledak seketika dan mencelakainya.

“Memang kalau salah pengaturan apinya bisa meledak, karenanya kita harus hati-hati,” jelasnya.

Bermodal keyakinan dan perintah dari Komandan Datasemen Peralatan Perang (Dandenpal) Mataram saat itu, Patriot langsung bereksperimen memodifikasi motor trailnya. Ia sangat percaya diri, sekalipun tanpa background pendidikan teknik mesin.

“Bersama seorang rekan, saya kerjakan di Denpal,” bebernya.

Tentu ini bukan pekerjaan mudah. Tapi perintah komandan membuat Patriot punya motivasi dan semangat berlipat-lipat. Hampir seharian ia trial and error. Rupanya membuat motor menyala dengan tabung elpiji bukan pekerjaan mudah.

“Kami pun mencari-cari apa sebabnya, ternyata pengapiannya terlalu besar jadi tidak bisa hidup,” kisahnya.

Untungnya ia punya karburator motor bekas. Sehingga bisa dipakai buat eksperimen. Ia hanya keluar modal Rp 20 ribu untuk beli selang tabung gas yang menghubungkan karburator dengan tabung elpiji.

“Selebihnya tutup botol yang berfungsi untuk mengatur besarnya pengapian,” terangnya.

Dari pagi sampai sore, bahkan hingga jelang petang Patriot mengutak-atik sepeda motornya. Hingga akhirnya ia berhasil membuat dua lubang kecil untuk mengatur besar kecilnya pengapian di dalam karburator.

Bruuuum!!!

Sepeda motor yang menyerupai trail tapi bermesin honda GL Pro itu akhirnya benar-benar hidup. Bukan main girangnya hati Patriot. Ia tidak menyangka utak-atiknya bakal berhasil dengan baik.

“Sebenarnya mau pakai motor matic, tapi karena posisi tabung elpijinya tidak ada tempat naruh, ya akhirnya pakai motor kesayangan ini,” ujarnya.

Ia bahagia bisa menjawab tantangan Dandenpal yang diberikan padanya. Sebagai apresiasi atas karya gilanya itu, Patriot memberi nama sepeda motornya, Mogantara. Akronim dari mobil gas nusantara. Tidak hanya itu ia pun diberi hak motornya menggunakan warna TNI AD dan membawa nama Korem 162 Wira Bakti. Ini kebanggaan tiada terkira bagi seorang prajurit TNI sepertinya.

“Demi bangsa, demi nama baik TNI, dan nama baik, saya saya rela melakukan apapun,” ujarnya bangga.

Tidak hanya berhasil mengkonversi BBM dengan gas elpiji 3 kg. Koversi itu juga berhasil membuat ia menciptakan piranti sederhana yang irit biaya. Dengan satu tabung gas elpiji, seorang pengendara motor bisa melakukan perjalanan lebih jauh dengan biaya yang sama.

“Satu gas bisa dari Mataram hingga Sumbawa,” klaimnya.

Bahkan gas itu masih bisa digunakan untuk keperluan yang lain. Tentu saja untuk memasak.  “Ya tinggal copot lalu bawa ke dapur lagi, bisa buat masak,” ujarnya.

Keberhasilannya membuat namanya sampai di telinga elit Kodam IX Udayana.  “Korem meminta saya untuk peresentasi soal motor ini di depan teman-teman dan masyarakat,” jelasnya.

Patriot punya mimpi. Suatu ketika bisa mempersentasikan Mogantara di depan Panglima TNI. Sebuah mimpi dan kebanggaan yang dicita-citakan para prajurit TNI yang punya motivasi membawa kebanggaan TNI AD.

“Saya pun berencana untuk membagi ilmu ini pada masyarakat. Siapa tahu dengan alat ini kebutuhan biaya transporasi mereka bisa lebih irit,” harapanya. (*/r3)

Berita Lainnya

Pemkot Optimis Semua Formasi Terisi

Redaksi LombokPost

Lahan Belum Beres, Pemkot Usulkan Rusunawa Nelayan

Redaksi LombokPost

Bukan Gertak Sambal! Ormas Ancam Turun Tertibkan Tempat Maksiat

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Situs Tua Ambruk Lagi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Bukan Tidak Tahu, tapi Malas Patuh!

Redaksi LombokPost