Lombok Post
Kriminal

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

SIAP AJUKAN PK: Baiq Nuril bersama tim penasihat hukumnya saat merumuskan langkah atas vonis bersalah yang dijatuhkan hakim Mahkamah Agung, di Fakultas Hukum Unram, Sabtu (10/11).

MATARAM-Kasasi dengan putusan bersalah terhadap Baiq Nuril Maknun direspons tim penasihat hukum. Mereka memastikan mengajukan peninjauan kembali (PK) atas vonis majelis hakim dari Mahkamah Agung (MA).

”Upaya PK sudah pasti akan kita tempuh,” kata perwakilan tim penasihat hukum Nuril, Yan Mangandar, Sabtu (10/11).

Upaya PK, kata Yan, tak terlepas dari putusan kasasi yang dikeluarkan hakim MA. Tim penasihat hukum dari BKBH Fakultas Hukum Unram keberatan dengan putusan kasasi bersalah terhadap Nuril.

”Sambil menyiapkan PK, kita tunggu juga salinan putusan. Nanti (salinan putusan) akan dieksaminasi beberapa dosen hukum yang berkompeten,” ujar dia.

Sementara itu, Baiq Nuril mengaku kaget dan kecewa atas putusan kasasi. Dia berharap hakim kasasi bisa menjatuhkan putusan serupa dengan hakim Pengadilan Negeri Mataram, yakni putusan bebas.

”Pasti kecewa dengan putusan ini,” aku Nuril,

Meski demikian, Nuril mengaku tetap ikhlas menerima vonis hakim. Tidak ada pilihan lain, selain menjalani apa yang telah dputuskan hakim.

”Mau bagaimana lagi. Walaupun kecewa, saya ikhlas untuk ini,” ujar dia.

Kesiapan Nuril terkait dengan rencana jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari Mataram) untuk mengeksekusinya. Nuril menegaskan dia siap untuk menjalani hukuman sesuai dengan apa yang diputuskan hakim kasasi.

Tetapi, dia meminta JPU untuk menunda rencana eksekusi dalam waktu dekat ini. Nuril masih membutuhkan waktu memberi penjelasan kepada anak-anaknya terhadap apa yang menimpanya.

Selain itu, kata Nuril, dia berharap bisa menuntaskan amanahnya sebagai anggota Panitia Pemilihan Kepala Desa. ”Rencananya dalam waktu dekat ini mau mengajukan permohonan penundaan eksekusi ke JPU. Tidak lama (menunda), mungkin sampai anak-anak saya ulang tahun di bulan depan,” pungkas Nuril.

Sebelumnya,Putusan kasasi yang dikeluarkan MA bernomor 574K/Pid.Sus/2018 pada 26 September, menyatakan mengabulkan kasasi penuntut umum. Putusan tersebut sekaligus membatalkan vonis bebas dari PN Mataram terhadap Nuril.

Ketua Majelis Hakim kasasi Sri Murwahyuni menyatakan, Nuril terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Terdakwa bersalah mendistribusikan atau mentransmisikan informasi elektronik yang memuat konten asusila.

Majelis hakim kemudian menjatuhkan pidana penjara kepada Nuril selama enam bulan. Terdakwa juga diminta membayar denda sebanyak Rp 500 juta, apabila tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama tiga bulan.

Putusan Hakim Agung dengan enam bulan penjara, serupa dengan tuntutan jaksa. Ketika proses persidangan di PN Mataram, JPU Kejari Mataram meminta hakim menjatuhkan pidana penjara selama enam bulan dan denda Rp 500 juta.(dit/r2)

Berita Lainnya

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Aksi Penjambret Terhenti Setelah Tiga Jam Beraksi

Redaksi LombokPost

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

Redaksi LombokPost

Kabur, Pasien RSJ Selagalas Gantung Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik Siap Gelar Perkara Laporan Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Jaksa Tuntut Ringan Terdakwa Tapun

Redaksi LombokPost

Polda NTB Seleksi Pejabat Eselon III BPS

Redaksi LombokPost

Roswati Melawan Lewat PK

Redaksi LombokPost

Antisipasi Tren Kejahatan Akhir Tahun

Redaksi LombokPost