Lombok Post
Metropolis

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

MELANGGAR: Sejumlah taksi online parkir di depan LEM pekan lalu.

MATARAM-Polisi Pamong Praja Kota Mataram meminta Dinas Perhubungan (Dishub) tegas menyikapi banyaknya taksi online yang parkir di bahu jalan. Jika dibiarkan angkutan umum ini dapat memicu kemacetan.

“Mestinya Dishub langsung menilang jika ada pelanggaran seperti ini,” kata Kasat Pol PP Kota Mataram Bayu Pacapati, pekan lalu.

Menurutnya, taksi online  kerap parkir menggunakan bahu jalan. Sehingga, terjadi kemacetan di beberapa titik. Ia menyebutkan, seperti di depan Lombok Epicentrum Mataram Mal (LEM).

“Keberadaan taksi online yang parkir di bahu jalan itu mengganggu pengguna jalan  bahkan membuat kecelakaan,” tuturnya.

Sanksi bagi taksi online dan kendaraan lain yang parkir di bahu jalan harus tegas. Jika tidak ditemukan pemiliknya, petugas Dishub bisa mengembosi roda kendaraan tersebut. Dengan demikian diharapkan akan timbul efek jera.

 “Harus ada batasan parkir. Jangan sampai semaunya mengggunakan bahu jalan,” sebut Bayu.

Di satu sisi, kata Bayu, keberadaan taksi online sangat membantu transportasi warga. Ia bahkan mengaku kerap menggunakan jaksa taksi online tersebut.

“Tapi jangan sampai keberadaannya membuat semerawut kota,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dishub Kota Mataram H Khalid mengaku akan melakukan tindakan tegas kepada taksi online yang parkir sembarang. Minggu depan petugasnya akan langsung turun melakukan penertiban.

“Kita aka tertibkan, baik  taksi, ojek online atau kendaraan pribadi yang melanggar (parkir sembarangan),” tukasnya.

MATARAM-Polisi Pamong Praja Kota Mataram meminta Dinas Perhubungan (Dishub) tegas menyikapi banyaknya taksi online yang parkir di bahu jalan. Jika dibiarkan angkutan umum ini dapat memicu kemacetan.

“Mestinya Dishub langsung menilang jika ada pelanggaran seperti ini,” kata Kasat Pol PP Kota Mataram Bayu Pacapati, pekan lalu.

Menurutnya, taksi online  kerap parkir menggunakan bahu jalan. Sehingga, terjadi kemacetan di beberapa titik. Ia menyebutkan, seperti di depan Lombok Epicentrum Mataram Mal (LEM).

“Keberadaan taksi online yang parkir di bahu jalan itu mengganggu pengguna jalan  bahkan membuat kecelakaan,” tuturnya.

Sanksi bagi taksi online dan kendaraan lain yang parkir di bahu jalan harus tegas. Jika tidak ditemukan pemiliknya, petugas Dishub bisa mengembosi roda kendaraan tersebut. Dengan demikian diharapkan akan timbul efek jera.

 “Harus ada batasan parkir. Jangan sampai semaunya mengggunakan bahu jalan,” sebut Bayu.

Di satu sisi, kata Bayu, keberadaan taksi online sangat membantu transportasi warga. Ia bahkan mengaku kerap menggunakan jaksa taksi online tersebut.

“Tapi jangan sampai keberadaannya membuat semerawut kota,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dishub Kota Mataram H Khalid mengaku akan melakukan tindakan tegas kepada taksi online yang parkir sembarang. Minggu depan petugasnya akan langsung turun melakukan penertiban.

“Kita aka tertibkan, baik  taksi, ojek online atau kendaraan pribadi yang melanggar (parkir sembarangan),” tukasnya. (jay/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi