Lombok Post
Headline Praya

Waspada Banjir Kiriman!

AKAR MASALAH: Sampah menjadi akar masalah terjadinya banjir, di beberapa titik di wilayah Praya Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

PRAYA—Kurangnya kesadaran warga dalam menangani sampah kini semakin membawa masalah. Sampah yang menyumbat saluran rmemicu banjir  dibeberapa titik di wilayah Praya Lombok Tengah. Padahal jika saluran irigasi, sebenarnya sudah mantap. Hanya saja,  tidak bisa berfungsi seperti biasa, karena tumpukan sampah.

“Ada enam titik rawan banjir. Mohon kita bersama mengantisipasi dan mewaspadai,” seru Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin, Sabtu (10/11) lalu.

Sebut saja, bebernya lagi jalan raya pusat pertokoan Praya, Kampung Jawa, wilayah Leneng, wilayah Panjisari, perempatan kantor bupati dan jalan raya depan kediaman Kepala BKPP Loteng H Moh Nazili. Kalau musim hujan, air meluber hingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan.

Selain wilayah Praya, ungkap Amin yang perlu diwaspadai juga di wilayah Selong Belanak dan sekitarnya, di Kecamatan Praya Barat. Di tempat itu, pernah terjadi longsor. Lalu, wilayah Peras di Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur dan wilayah Pasung di Desa Bangkat Parak. Kemudian, wilayah Kuta.

“Tapi, mudah-mudahan saja tidak terjadi lagi. Kuncinya, jangan membuang sampah sembarangan,” pesan Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Loteng tersebut.

Senada dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Loteng Lalu Rahardian. Ia mengatakan, untuk menangani sampah, dinasnya telah menghibahkan dua unit mobil tiga roda, ke wilayah Leneng dan Perumnas Tampar-Ampar. Tujuannya, sampah-sampah dikumpulkan menjadi satu. Lalu, diangkut menggunakan mobil operasional yang dimaksud.

Tahun ini juga, tambah Rahardia dinasnya akan menambah satu unit mobil pikap, dari dua unit yang ada. Kemudian, memperbaiki mobil-mobil pengangkut sampah dan fasilitas pendukung lainnya. “Mohon kesadarannya, jangan membuang sampah sembarangan. Apalagi, sampai saluran irigasi,” seru mantan Plt Kepala Dinas PUPR Loteng tersebut.

Ia pun berharap, pemerintah desa/kelurahan melakukan hal yang sama. Bila perlu, per desa dan per kelurahan memiliki mobil operasional sampah. “Tapi, tetap urusan sampah itu menjadi tanggung jawab Dinas LH,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Loteng H Ahmad Supli, terpisah.

Mereka, tekan Supli seharusnya tidak saja memikirkan fasilitas sampah. Melainkan, bagaimana merubah mental masyarakat, agar tidak membuang sampah sembarangan. “Itu yang kita inginkan,” cetus politisi PKS tersebut.(dss/r2)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Novotel Siap Terima Magang Difabel