Lombok Post
Headline Selong

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

MULAI DIKERJAKAN: Suasana pengerjaan pengerukan pelabuhan Labuhan Haji di Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, belum lama ini.

Selong – Selama 65 hari kolam labuh darmaga labuhan haji akan terus dikeruk. Pekerjaan pengerukan dalam rangka penataan dan pengerukan darmaga labuhan haji yang menyedot APBD Induk Lotim sebanyak Rp 39 miliar tersebut dikerjakan oleh PT Cakra Multi Perkasa.

“Area keruk sebanyak 105.000 meter persegi dengan kedalaman -5,4 mLWS atau di posisi pasang terendah,” terang Kepala Bidang Pengairan PUPR Lotim Sosiawan Putraji kepada Lombok Post kemarin (12/11).

Sosiawan memperlihatkan kondisi peta kedalaman kolam labuh kepada koran ini di kantornya. Ia menjelaskan kedalaman yang tidak merata pada kolam labuh darmaga labuhan haji. Kata Sosiawan, terdapat banyak karang-karang besar yang mesti diangkat oleh sebuah kapal pengeruk yang dibantu oleh satu kapal pengangkut dan kapal mobilisasi.

Sampai saat ini progres pengerjaan sudah mencapai  32,64 persen dengan luasan area keruk 63,849 meter kubik. Melihat target pengerukan sebanyak 195,598 meter kubik, ia berharap dalam waktu 65 hari seluruh area sudah mendalami pendalaman sesuai yang dibutuhkan. “Seperti yang selama ini dikatakan menjadi kendala operasional darmaga,” ujar Sosiawan.

Sosiawan menjelaskan ada banyak faktor yang menyebabkan proses pengerukan cukup lama dikerjakan. Hal tersebut mulai dari mempersiapkan berbagai dokumen, izin lingkungan, izin damping. “Untuk izin lingkungan kita harus ada rekomendasi tata ruang. Dan hasil tersebut harus diuji publik kembali,” terangnya.

Ia juga mengatakan di tengah proses bencana gempa bumi menjadi salah satu kendala molornya pengerjakan pengerukan darmaga tersebut. Adapun mengenai akan terjadinya pendangkalan pascapengerukan, Sosiawan memastikan hal tersebut akan sulit terjadi.

“Kalau perawatan normalnya memang dilaksanakan 2 tahun sekali. Tapi jika darmaga aktif, bisa 1 tahun sekali,” terangnya.

Sementara itu, Kepala UPP Labuhan Haji Hasibullah mengatakan selama pengerukan pihaknya tetap membuka darmaga untuk pengunjung umum. Hal tersebut dilakukan karena tidak menganggu proses pengerukan di darmaga. “Dalam pengerukan ini, kita membantu beberapa hal teknis seperti pengadaan air dan bahan bakar. Selebihnya diatur oleh tim dari Bidang Pengairan PUPR Lotim,” jelas Hasibullah. (tih/r2)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Alhamdulillah, Bantuan Jadup Cair Besok