Lombok Post
Tanjung

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

DIGUNAKAN: Sejumlah warga sedang mengakses fasilitas Puskesmas Darurat Pemenang usai peresmian, kemarin (12/11).

TANJUNG-Sebanyak enam puskesmas di Lombok Utara mengalami kerusakan akibat gempa besar beberapa waktu lalu. Dari enam puskesmas tersebut, baru empat puskesmas yang kembali dibangun semipermanen. Sisanya masih dalam tahap pengerjaan.

“Yang sudah dipakai itu empat puskesmas, dan dua puskesmas masih tahap pengerjaan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara Khairul Anwar di lokasi peresmian Puskesmas Darurat Pemenang, kemarin (12/11).

Ia menuturkan, yang siap dipakai yaitu Puskesmas Darurat Nipah, Puskesmas Darurat Pemenang, Puskesmas Darurat Tanjung, dan Puskesmas Darurat Gangga. Sementara puskesmas yang sedang dikerjakan yakni Puskesmas Darurat Senaru dan Puskesmas Darurat Santong.

“Yang Bayan dan Kayangan hanya mengalami rusak ringan saja. Ini hanya direnovasi, tidak dibangunkan puskesmas sementara,” sambungnya.

Ia melanjutkan, puskesmas semipermanen tersebut sudah sesuai standar. Jumlah ruangan dipastikan sudah memenuhi standar Peraturan Kemenkes Nomor 75 Tahun 2017 tentang Puskemas. Daya tampung pasien mencapai 100-200 per hari.

Di ruangan juga sudah dibedakan, mana ruang rawat perempuan dan laki-laki. Pembangunan sendiri bersumber dari Kementerian PUPR. Sedangkan instalasi dan alat kesehatan (Alkes) disiapkan dari daerah, dan beberapa yang bisa diselamatkan pascagempa lalu. ”Sudah sesuai standar,” tegasnya.

Ia mengatakan, puskesmas darurat yang terbuat dari rangka baja dan tripleks dijamin bisa bertahan selama dua tahun. Untuk itu, pembangunan puskesmas permanen akan dimulai pada tahun anggaran 2019 mendatang. Sumber pembangunan sedang dibahas antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemenkes.

“Tahun depan sudah mulai dibangun serentak, sekarang kita tunggu hasil pembahasan itu,” tandasnya.

Terkait tenaga kesehatan tetap mengoptimalkan yang ada. Namun Khaerul mengatakan, pihaknya juga berencana melakukan penambahan. Selain itu, daerah juga akan dibantu dari tenaga medis nusantara sehat sebanyak 19 orang. Jumlah itu nanti akan disebar.

“Seluruh biaya ditanggung pusat,” pungkasnya. (fer/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost