Lombok Post
Kriminal

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Ketut Sumedana

MATARAM-Salinan putusan perkara Baiq Nuril Maknun, terpidana perkara UU ITE, telah diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram. Putusan bersalah dari hakim Mahkamah Agung (MA) RI, siap ditindaklanjuti penuntut umum dengan mengeksekusi Baiq Nuril.

Kajari Mataram Ketut Sumedana mengatakan, langkah eksekusi akan dimulai dengan lebih dulu memanggil Baiq Nuril. ”Jaksa yang menangani nanti akan memanggil yang bersangkutan (Baiq Nuril, Red), untuk pelaksanaan eksekusinya,” kata Sumedana, kemarin (12/11).

Mengenai kapan pelaksaan eksekusi, Sumedana menyebut paling lama satu bulan setelah perkara inkrah atau memiliki kekuatan hukum tetap. Artinya, dalam waktu dekat ini JPU Kejari Mataram siap melakukan eksekusi terhadap Baiq Nuril.

”Menurut SOP maksimal satu bulan setelah mempunyai kekuatan hukum tetap,” ujar dia.

Meski demikian, eksekusi bisa saja ditunda. Akhir pekan lalu, Baiq Nuril menyebut akan meminta penundaan eksekusi. Setidaknya hingga bulan depan, Desember 2018.

Sumedana menyebut, penundaan eksekusi bisa saja terjadi untuk alasan hukum. Tetapi, hingga kemarin, pihaknya belum menerima permohonan penundaan dari Baiq Nuril.

”Bisa penundaan untuk alasan hukum, tapi belum ada permohonan yang dimaksud,” tandas Sumedana.

Terpisah, di tengah upaya kejaksaan mengeksekusi Baiq Nuril, tim penasihat hukum Baiq Nuril berusaha mencari bukti baru untuk melakukan peninjauan kembali (PK). Langkah ini sebagai perlawanan atas vonis bersalah terhadap Nuril.

Joko Jumadi, tim penasihat hukum Nuril mengatakan, pihaknya yakin bisa mendapatkan bukti baru. ”Yakin bisa dapat. Ada beberapa teman Nuril yang belum didalami mengenai proses penyebaran rekaman itu,” kata Joko, kemarin.

Langkah PK, kata Joko, akan dimatangkan tim penasihat hukum setelah mendapatkan salinan putusan. ”Tapi, kita lihat dulu salinan putusan, Apa saja pertimbangan hakim atas putusan bersalah terhadap Baiq Nuril,” ujar dia.

Menurut Joko, fakta persidangan ketika perkara bergulir di Pengadilan Negeri Mataram, sudah sangat jelas menyatakan Baiq Nuril bukan orang yang mentransmisikan rekaman. Terungkap bahwa rekan Baiq Nuril, yakni Imam yang berperan memindahkan rekaman dari handphone ke laptopnya.

Dari Imam itulah, rekaman percakapan asusila yang dilakukan H Muslim, kepala SMAN 7 Mataram menyebar. ”Kalau karena persoalan (transmisi rekaman) itu, yang lebih pantas jadi tersangka, ya, Imam itu. Karena dia yang menyebarkan. Dan, itu ada di fakta persidangan,” beber Joko.

Sebelumnya,putusan kasasi yang dikeluarkan MA bernomor 574K/Pid.Sus/2018 pada 26 September, menyatakan mengabulkan kasasi penuntut umum. Putusan tersebut sekaligus membatalkan vonis bebas dari PN Mataram terhadap Nuril.

Ketua Majelis Hakim kasasi Sri Murwahyuni menyatakan, Nuril terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Terdakwa bersalah mendistribusikan atau mentransmisikan informasi elektronik yang memuat konten asusila.

Majelis hakim kemudian menjatuhkan pidana penjara kepada Nuril selama enam bulan. Terdakwa juga diminta membayar denda sebanyak Rp 500 juta, apabila tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama tiga bulan.

Putusan Hakim Agung dengan enam bulan penjara, serupa dengan tuntutan jaksa. Ketika proses persidangan di PN Mataram, JPU Kejari Mataram meminta hakim menjatuhkan pidana penjara selama enam bulan dan denda Rp 500 juta.(dit/r2)

Berita Lainnya

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Aksi Penjambret Terhenti Setelah Tiga Jam Beraksi

Redaksi LombokPost

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

Redaksi LombokPost

Kabur, Pasien RSJ Selagalas Gantung Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik Siap Gelar Perkara Laporan Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Jaksa Tuntut Ringan Terdakwa Tapun

Redaksi LombokPost

Polda NTB Seleksi Pejabat Eselon III BPS

Redaksi LombokPost

Roswati Melawan Lewat PK

Redaksi LombokPost

Antisipasi Tren Kejahatan Akhir Tahun

Redaksi LombokPost