Lombok Post
Headline Praya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

MENGELUHKAN NASIB: Perwakilan korban gempa di wilayah Batukliang dan Batukliang Utara Lombok Tengah, saat mengeluhkan nasibnya di Gedung DPRD setempat, kemarin (12/11).

PRAYA-Perwakilan korban gempa di sembilan desa, di Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara Lombok Tengah, menggedor gedung DPRD setempat, kemarin (12/11). Mereka mengeluhkan, bantuan rumah instan sederhana sehat (Risha), yang belum terwujud sesuai target dan janji. Alhasil, warga pun masih tinggal di tenda.

“Sampai kapan kami merasakan panas dan dinginnya, suasana di dalam tenda ini,” keluh koordinator lapangan (korlap) massa aksi Munawir Haris.

Munawir menilai, Presiden Joko Widodo sebatas pemberi harapan palsu (PHP) saja. Untuk itulah, para korban gempa berharap dewan dan Pemkab, memperjuangkannya ke pemerintah pusat, agar janji-janji mereka segera direalisasikan. Kemudian, proses pencairan dan pembangunannya jangan terlalu berbelit-belit.

Kalau tidak, ancamnya maka seluruh korban gempa di Loteng, bahkan kabupaten/kota lain di Pulau Lombok, akan melaksanakan gerakan yang sama secara besar-besaran. “Karena sudah 3 bulan, 14 hari warga kami merasakan penderitaan ini,” sambung kepala desa (Kades) Selebung Agus Kusumahadi.

Kedatangan massa, mendapat pengawalan ketat dari personel kepolisian. Sempat terjadi perselisihan antara massa dengan kepolisian, namun dapat dilerai dengan cepat, setelah mereka diterima Ketua DPRD Loteng H Puaddi FT, Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin, Kepala BPBD H Muhamad dan Kepala Dinas Perkim Lalu Firman Wijaya.

“Yang tidak kalah pentingnya juga, tolong data kerusakan rumah di verfikasi ulang, karena ada yang tidak masuk,” lanjut orang nomor satu di Desa Selebung tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Loteng H Puaddi FT memastikan siap memperjuangkan dan mengawal tuntutan para korban gempa. Bila perlu, 50 Anggota DPRD berangkat ke Jakarta. “Begitu pula kami,” cetus Kepala BPBD Loteng H Muhamad.

Muhamad membeberkan, data terakhir jumlah rumah yang terkena dampak gempa sebanyak 25.007 unit. 2.884 unit diantaranya rusak berat, 5.639 unit rusak sedang dan 16.484 unit rusak ringan. Data itulah, yang dijadikan acuan pemerintah pusat menyalurkan bantuan. “Dari jumlah itu, baru 799 unit rumah yang sudah di cairkan dana bantuannya,” bebernya lagi.

Tahap berikutnya, kata Muhamad menunggu beberapa minggu atau bulan kedepan. Kendati demikian, BPBD, Perkim, Dinas PUPR dan dinas teknis lainnya terus mengawal program Risha ini. “Termasuk, rumah hunian sementara (Huntara),” tambah Kepala Dinas Perkim Lalu Firman Wijaya.(dss/r2)

Berita Lainnya

Bau Nyale Harus Bebas Miras

Redaksi LombokPost

PNS Jangan Tergoda Politik

Redaksi LombokPost

Pantai Ujung Kelor Semakin Bersih

Redaksi LombokPost

Tiga Caleg DPRD NTB Dapil Lombok Tengah Dicoret

Redaksi LombokPost

Johan: Sebelum Ada Kasus, BPR “Sehat”

Redaksi LombokPost

Faisal Dituntut Lima Tahun Penjara

Redaksi LombokPost

Penyidik Kantongi Calon Tersangka Dugaan Korupsi Try Out SD

Redaksi LombokPost

Kodam Sriwijaya Kirim Bantuan Personel untuk Proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Redaksi LombokPost

Baru Tiba, Imigrasi Pulangkan WNA Rusia

Redaksi LombokPost