Lombok Post
Tanjung

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

PERBAIKI: Tim PDAM sedang memperbaiki pipa yang terdampak alat berat pelebaran jalan di Kecamatan Tanjung, kemarin (12/11).

TANJUNG-Pelebaran jalan raya di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan PDAM. Karena sejumlah pipa mengalami kerusakan yang berujung pada macetnya distribusi air.

Direktur Utama PDAM Lombok Utara Raden Waliadin menuturkan, penggalian tersebut menimbulkan kebocoran pipa. Hal tersebut dikarenakan pengerukan tanah di pinggir jalan tersebut menggunakan alat berat.

“Tapi tim kita di sana ada untuk mengurangi dampak kebocoran dengan langsung memperbaiki,” ujarnya, kemarin (12/11).

Kebocoran yang ditimbulkan tersebut sedikit mengganggu kelancaran distribusi air. Sejumlah titik yang pipanya rusak membuat air tidak bisa teraliri hingga rumah pelanggan.

“Pipanya bocor lalu diperbaiki tim kita, biasanya sore baru bisa ngalir lagi,” sambungnya.

Namun hal tersebut tidak terjadi di seluruh saluran air PDAM. Kerusakan yang terjadi pun ditangani cepat oleh tim dari PDAM yang mendampingi PUPR. Ada sekitar 16 orang yang diturunkan untuk menangani kebocoran pipa akibat pelebaran jalan tersebut.

“Kalau surat dari pemkab sudah ada, koordinasi dari kontraktor dan PUPR pun juga ada,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pelebaran jalan tersebut memang sedikit mengganggu. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah besar. Hal terpenting adalah koordinasi agar tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan.

Pelebaran jalan tersebut dilakukan dari pagi sampai sore hari. Untuk mempermudah pengerjaannya, pihak kontraktor hanya mengerjakan satu sisi jalan terlebih dahulu. Setelah selesai baru dilanjutkan dengan bagian lainnya. “Biar pekerjaannya tidak terlalu berat,” katanya.

Waliadin juga meminta masyarakat untuk memaklumi hal tersebut. Pihaknya juga belum bisa memastikan hingga kapan gangguan akan terjadi. Semua tergantung tingkat kerusakan dampak pelebaran jalan tersebut. “Insya Allah tidak akan lama,” tukasnya

Menurutnya, lebih baik terjadi kemacetan selama satu bulan ini dibandingkan nanti ada kemacetan distribusi dalam waktu yang lama. “Lebih baik dia macet sebulan sekarang dibandingkan nanti sampai berbulan-bulan,” pungkasnya. (fer/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost