Lombok Post
Headline Selong

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

KENALKAN RAPI: Jajaran Semen Tiga Roda memaparkan Rumah Tahan Gempa RAPI ke Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy (tengah) usai meresmikan Puskesmas Pembantu di Sambelia, kemarin (12/11).

SELONG-Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy kecewa belum ada progres pembangunan rumah bagi korban gempa. Padahal seminggu yang lalu telah diutarakan semuanya untuk dilakukan percepatan proses. “Tadi malam saya cek Sembalun belum ada rumah sebiji pun dibangun. Saya sangat kecewa betul,” katanya usai meresmikan Puskesmas Pembantu di Sambelia, kemarin (12/11).

Kini ia akan melakukan rapat koordinasi kembali dengan berbagai pendukung percepatan pembangunan. Karena target dari Wapres RI M Jusuf Kalla Maret tahun depan harus sudah selesai pembangunan puluhan ribu rumah rusak, namun akan sulit bila masih ada perbedaan persepsi. “Untuk itu minggu ini saya akan samakan persepsi, dan minggu depan semoga sudah ada pembangunan. Kami target sebanyak-banyaknya bisa dibangun,” jelasnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur telah dikenalkan beberapa jenis rumah tahan gempa. Diantaranya rumah instan sederhana sehat (Risha), rumah instan kayu (Rika), rumah instan konvensional (Riko), dan rumah baja. Pihak pemda Lotim menyambut baik pengenalan Rumah Pracetak Indocement (RAPI).

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement), produsen Semen Tiga Roda, bekerjasama dengan Dompet Dhuafa memberikan bantuan kepada masyarakat korban gempa di Lombok. Melalui edukasi bangunan tahan gempa dan pembangunan satu unit bangunan Rumah Pracetak Indocement (RAPI). RAPI ini akan dimanfaatkan sebagai Puskesmas Pembantu di Kecamatan Sambelia, tepatnya di Jalan Raya Sambelia, Labuhan Pandan, Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Direktur Indocement  Troy Dartojo Soputro didampingi Marketing Manager Kelvin Tjendar mengatakan Pembangunan Puskesmas Pembantu dengan penerapan bangunan pracetak tahan gempa sebagai tindak lanjut dari program edukasi tahan gempa. “Upaya ini disambut baik oleh masyarakat yang antusias menerapkan konsep bangunan tahan gempa untuk huniannya,” ujarnya.

Dibantu para tukang bangunan yang sebelumnya telah mendapatkan edukasi bangunan tahan gempa dari Indocement, Puskesmas dengan konsep RAPI ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu kurang dari dua minggu. “Ini satu upaya agar masyarakat bangkit dan bersama-sama menyiapkan bangunan tahan gempa yang aman,” tandasnya. (nur/r2)

Berita Lainnya

ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post

Dompet PNS Makin Tebal, Pemkot Siapkan Rp 363 Miliar

Redaksi Lombok Post

Gubernur Blusukan di Kampus-kampus Polandia

Redaksi Lombok Post