Lombok Post
Tanjung

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

H Suardi

TANJUNG-Puluhan hunian sementara (huntara) yang dibangunkan BUMN yang tidak digunakan masyarakat terus menjadi polemik. Bahkan Sekda Lombok Utara H Suardi ikut angkat bicara terkait hal tersebut.

Ia mengatakan, huntara yang berlokasi di beberapa dusun Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang itu bisa dipindah ke pekarangan korban yang mendapat bantuan tersebut. Hal ini didorong supaya masyarakat memasangkan listrik dan kembali ke permukimannya.

“Kita ingin mendorong masyarakat kembali ke rumah. Ketika huntara yang dibangunkan itu silakan dibawa ke rumah masing-masing penerima. Ya boleh dibongkar,” jelasnya, kemarin (12/11).

Namun seperti yang diketahui, sebelumnya ada kesepakatan pemasang dengan pemilik lahan dengan konvensasi bahan huntara setelah dua tahun dipakai. Terkait hal itu Suardi mempersilakan penerima huntara berkoordinasi dengan pemilik lahan.

Pengambilan kebijakan itu sesuai arahan bupati. Menurutnya, pemindahan huntara itu bukan berarti menjarah, sebab sudah milik mereka. “Jangan berpikir melakukan penjarahan. Silakan komunikasi dengan baik demi hidup aman dan nyaman,” sambungnya.

Sementara untuk bahan huntara yang bersumber dari Pemkab Lombok Utara, itu sudah diberikan kepada sebagian korban gempa. Masyarakat yang sudah mendapat bahan diminta membangun segera di pekarangan rumahnya.

Mereka tidak boleh lagi tinggal di tenda pengungsian di lapangan terbuka. Sebab sekarang ini sudah masuk musim penghujan. Sementara masyarakat yang belum mendapatkan,  ia meminta untuk  bersabar. Hal tersebut sudah dialokasikan sebesar Rp 4 miliar di Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Permukiman (LHPKP) Lombok Utara.

“Selain itu, para lembaga kemanusian juga sudah turut membantu,” katanya

Sementara berdasarkan data pengungsi bencana gempa alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara terdapat sebanyak 269 titik pengungsi dengan jumlah 23.932 KK atau 83.979 jiwa. Mereka tersebar di Kecamatan Pemenang sebanyak 49 titik pengungsian dengan 3.625 KK atau 13.246 jiwa. Kecamatan Tanjung sebanyak 67 titik pengungsian dengan 5.709 KK atau 19.269 jiwa. Kecamatan Gangga sebanyak 44 titik pengungsi dengan 5.055 KK atau 18.377 jiwa.

Sedangkan di Kecamatan Kayangan sebanyak 55 titik pengunsian dengan 5.289 KK atau 18.865 jiwa. Kecamatan Bayan sebanyak 54 titik pengungsi dengan 4.263 KK atau 14.222 jiwa. Sebagian korban diyakini sudah pindah ke permukiman secara berangsur-angsur.

“Tapi, untuk data berapa yang sudah balik belum kita tahu. Masih pendataan,” pungkasnya. (fer/r7)

Berita Lainnya

Dermaga Baru Dikhawatirkan Rusak Terumbu Karang

Redaksi LombokPost

Ratusan Huntara Bantuan PGTI Diresmikan

Redaksi LombokPost

UNBK Akhirnya Tetap Digelar

Redaksi LombokPost

Soal Tambak Lengkukun, Pemkab KLU Kecolongan

Redaksi LombokPost

Ritel di Gili Air Langgar Aturan

Redaksi LombokPost

Komisi I Temukan 8 Honorer Diduga Titipan

Redaksi LombokPost

Dua Tahun Pemkab KLU Raih Nilai SAKIP B

Redaksi LombokPost

Miss World Dukung Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Pemkab dan KKB Duduk Bersama

Redaksi LombokPost