Lombok Post
Headline Selong

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Mhd Bahrain

Selong – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 Lotim telah berakhir Senin kemarin. Kepala Bidang Data dan Formasi BKPSDM Lotim Mhd Bahrain bernapas lega melihat selesainya proses SKD yang dilaksanakannya dengan baik.

 “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu berjalannya proses ini dengan baik tanpa satu kekurangan apapun,” kata Bahrain.

Namun meski berjalan lancar, sayangnya hasil kelulusan peserta SKD tidak memenuhi harapan. Di mana hampir tidak ada satupun formasi yang terisi sesuai dengan jumlah kuota yang tersedia.

Menurut Bahrain, di sanalah letak permasalahannya. Data terakhir, formasi khusus yang terdiri dari guru honorer K2 hanya mendapatkan 13 orang dari 79 formasi yang disediakan. Sementara formasi umum bidang pendidikan hanya mendapatkan 13 dari 29 formasi.

Hal serupa juga terdapat di kesehatan. Dari 92 formasi yang terdiri dari dokter, bidan, dan perawat, yang lulus hanya 54 orang. Adapun tenaga teknis lainnya hanya 10 orang yang berhasil dari total 25 formasi.

“Tentu sangat disayangkan melihat formasi yang sebanyak 225 saja belum tentu mencukupi kebutuhan pegawai kita,” terang  Bahrain.

Ia menjelaskan per tahun ada sekitar 500 pegawai yang berhenti. Artinya menutupi kebutuhan pertahun saja belum cukup. Oleh karena itu ia meyakinkan akan melakukan kemungkinan-kemungkinan guna mengatasi kekurangan tersebut.

Salah satu yang tergambar adalah melakukan permintaan khusus dengan surat dari Bupati. Kata Bahrain, hal itu serupa dengan upaya mengakomodir persoalan eks honorer K2 yang pihaknya telah lakukan. “Tapi kita baru bisa memastikan langkah setelah proses CPNS 2018 ini benar-benar selesai. Setelah ini kan ada tes kompetensi bidang,”  ujarnya.

Bahrain menerangkan ada kepastian dari eks Honorer K2 yang berjumlah 13 orang. Dalam peraturan, dijelaskan bahwa mereka dinyatakan tidak melakukan TKB, yang artinya mereka tinggal menunggu penetapan sebagai CPNS. Hal itu berbeda dengan formasi umum yang harus melakukan TKB terlebih dahulu.

“Karena belum tentu juga yang lulus di SKD saat ini lulus juga di TKB nanti,”  kata Bahrain. (tih/r2)

Berita Lainnya

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (2)

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa NTB Menuntut Ilmu di Eropa (1)

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post