Lombok Post
Metropolis

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

KERJA KERAS: Dua orang buruh bangunan mangayak pasir di Lingkungan Bertais, Kecamatan Sandubaya, kemarin (12/11).

MATARAM-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Mataram mengajukan kenaikan upah minimum kota (UMK) 2019 ke Gubernur NTB. “Pengajuan sekarang tinggal menuju persetujuan wali kota untuk diserahkan ke gubernur,” kata Ketua SPSI Kota Mataram I Gusti Lanang Praya SPd, kemarin (12/11).

Sebelumnya, SPSI sudah membahas ini bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Mataram. Dalam pertemuan tersebut yang dibahas UMK sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan sesuai data utamanya pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam hal tersebut SPSI mengajukan UMK naik 8,03 persen atau  Rp 199 ribu. Jadi untuk UMK di Kota Mataram, nantinya Rp 2,13 juta. “Ini masih usulan kita,” singkatnya.

Apa yang menjadi hasil rapat sudah disepakati Disnakertrans dengan SPSI. Kini, tinggal menunggu persetujuan wali kota yang akan diajukan ke gubernur. Karena bagaimanapun gubernur yang menentukan UMK ini naik atau tidak.

Sementara itu Plt Disnakertrans Kota Mataram Umaroh Sri Rahmawati mengatakan, UMK yang diajukan SPSI belum diserahkan ke Sekda. Karena bagaimana pun pihaknya juga harus melaporkan berapa usulan untuk ditetapkan menjadi UMK. “Ini harus kita bahas dengan wali kota juga,” singkatnya. (jay/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi