Lombok Post
Metropolis

169 Formasi Gagal Terisi

BERJUANG GIGIH: Sejumlah peserta CPNS di Kota Mataram tengah mengerjakan tes CAT, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Hasil Tes Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Mataram tidak jauh beda dengan daerah lain. Dari 6.777 peserta, sebagian besar berguguran karena terganjal passing grade atau ambang batas nilai.

“Yang lolos passing grade sebanyak 161 peserta,” kata Baiq Nelly Kusumawati, Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram.

Angka ini memperbaiki informasi sebelumnya yang menyebutkan ada 163 peserta yang lolos. Diluruskan menjadi 161 peserta yang mampu melewati tes kompetensi dasar. 161 peserta itu mengisi 93 formasi. Dari total 262 formasi yang tersedia di Kota Mataram.

“Jadi ada 169 formasi yang tidak terisi,” terangnya.

Ia belum tahu bagaimana selanjutnya dengan formasi yang kosong itu. Hanya saja ia masih berharap solusinya segera keluar. Salah satunya dari informasi dari Kantor Regional X Badan Kepegawaian Nasional (BKB) tentang wacana perubahan Permenpan-RB nomor 36 tahun 2018 tentang passing grade.

“Kemarin kita dijanjikan hari senin akan ada informasinya, tapi sampai sekarang masih belum keluar,” cetusnya.

Jika jalan keluar informasi itu belum juga muncul sampai CPNS tingkat provinsi usai, maka ada wacana digelarnya audensi dengan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Harapannya revisi itu berdampak pada peluang terbukanya penyerapan CPNS baru. Terutama untuk mengisi jabatan yang kosong.

“Ya nanti kita lihat seperti apa solusinya. Yang jelas semua persolan ini akan kita sampaikan nantinya,” janjinya.

Kepala bidang (Kabid) Pengembangan Aparatur BKPSDM Kota Mataram Ahmad Mujahidin mengatakan, perbedaan antara jumlah formasi yang terisi dengan peserta yang lolos passing grade karena kemungkinan satu formasi terisi oleh dua orang atau lebih. Karena sama-sama mampu melewati passing grade, mereka selanjutnya harus bersaing di Seleksi Komptensi Bidang (SKB).

“Nanti pakai CAT juga,” terang Muja.

Ia menjelaskan posisi yang banyak lowong yakni formasi guru. Hanya terisi sebanyak 14,5 persen. Sedangkan kesehatan terisi 54,5 persen. Lalu teknis terisi sampai 70 persen. Jika ditotal tingkat keterisian formasi, hanya sebesar 30,5 persen.

“Tapi kita termasuk baik, jika dibanding daerah lain di NTB,” klaimnya.

Berikutnya sembari menunggu jadwal untuk pelaksanaan SKB, Pemkot juga menunggu arahan. Bagaimana nasib formasi yang kosong. Apakah ada peluang untuk diisi atau tidak. Soal wancana Wali Kota bersurat pada BKN, Muja enggan mengomentari.

“Itu jadi ranah kebijakan kepala daerah,” cetusnya.

Berikutnya yang paling tepat adalah menunggu terbitnya regulasi baru. Siapa tahu ada peluang untuk tetap mengisi formasi yang terlalu banyak tidak terisi tersebut. “Kita tunggu saja regulasi pusat,” tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Bukan Tidak Tahu, tapi Malas Patuh!

Redaksi LombokPost

Uang Nomor Dua, Paling Penting Lingkungan Bebas Sampah

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Bangunan Tua Itu Perlu Direnovasi

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post

Akhirnya, Revisi Perda RTRW Sah!

Redaksi Lombok Post