Lombok Post
Metropolis

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

LAMBAN: Tidak ada aktivitas warga yang terlihat membangun rumah tahan gempa di Lingkungan Jangkuk, Kecamatan Sandubaya, kemarin (13/11). Belum ada satu pun RISHA dan RIKO yang dibangun di lingkungan ini.

MATARAM-Progres pembuatan rumah tahan gempa terkesan lamban. Tidak hanya di Lingkungan Tegal, namun juga di beberapa lingkungan yang terdampak gempa di Kecamatan Sandubaya belum ada tanda-tanda rumah akan dibangun.

Lingkungan Jangkuk misalnya, belum ada satu pun Rumah Instan Sederhana (RISHA) dan Rumah Instan Konvensional (RIKO) yang dibangun hingga saat ini. “Belum ada yang dibangun di sini (RISHA dan RIKO),” kata Kepala Lingkungan Jangkuk Mahsun, kemarin (13/11).

Pantauan Koran ini, tidak ada aktivitas warga terlihat di sejumlah bangunan yang runtuh di Lingkungan Jangkuk, kemarin. Sepi. Sebagian warga keluar mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-harinya. Hanya ada beberapa orang yang terlihat berlalu lalang di jalan lingkungan tersebut.

Runtuhan bangunan di sejumlah rumah rusak berat belum dibersihkan. Nampak batu-bata menumpuk diatas runtuhan bangunan. Di sisi lain, terlihat sejumlah Rumah Singgah Sementara (RUSI) sebagai tempat untuk tinggal sementara sebelum rumah mereka jadi.

“RUSI saja yang ada di sini, kalau RISHA dan RIKO belum,” katanya Mahsun terlihat kecewa.

Hingga saat ini kata dia, belum ada satu pun rumah tahan gempa yang dibangun untuk warga. Di Lingkungan Jangkuk, tercatat sekitar 20 lebih warga mengalami rusak berat pascagempa Agustus lalu. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan dibangun rumah warga. “Kita tidak tahu kapan akan dibangun,” jelasnya.

Mahsun tidak bisa berbuat banyak terkait permasalahan ini. Ia berharap pemerintah bisa membangun secepatnya rumah warga yang rusak akibat gempa. Apalagi saat ini musim hujan yang membuat warga yang tinggal di tenda kedinginan. “Kasian warga kalau musim hujan seperti sekarang ini,” cetusnya.

Terpisah Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal sebelumnya mengatakan, semua lingkungan yang terdampak siap membangun rumah tahan gempa.

Di Kota Mataram setiap lingkungan sudah membentuk kelompok masyarakat (Pokmas). Namun pada realitanya sejumlah lingkungan seperti di Lingkungan Jangkuk saat ini belum ada satu pun rumah yang dibangun.

Kemal mengatakan, pembangunan rumah sekarang ini intinya ada di kelompok masyarakat (Pokmas). Jika Pokmas terbentuk maka ia meyakini rumah akan dibangun. Sebaliknya, jika Pokmas ini belum dibentuk maka tidak akan ada pembangunan.

“Sekarang pembentukan Pokmas sudah ada di lingkungan. Begitu juga dengan di Lingkungan Jangkuk ini sudah dibentuk Pokmasnya,” tuturnya.

Kemal menambahkan, saat ini tidak ada masalah dengan dana. Dana yang masuk untuk seribu warga lebih harus digunakan untuk membangun rumah tahan gempa. Namun pada realitanya hanya sejumlah warga yang baru membangun, sebagian besar belum. (jay/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi