Lombok Post
Praya

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

SUMPAH JABATAN: Wakil Bupati HL Pathul Bahri, saat mengambil sumpah jabatan eselon II dan III lingkup Pemkab Lombok Tengah, di ruang rapat utama Kantor Bupati, Senin sore (12/11) lalu.

PRAYA-Ruang gerak calo di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lombok Tengah, harus dipersempit. Karena keberadaannya, selalu dikeluhkan warga dalam setiap pengurusan dokumen kependudukan.

“Ini tugas utama dan pertama,” pesan Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri, saat mengambil sumpah jabatan eselon II dan III lingkup Pemkab di ruang rapat utama kantor bupati, Senin sore (12/11) lalu.

Selain itu, pesannya lagi kalau bisa pejabat baru di Dukcapil, membuat regulasi dan kebijakan pelimpahan kewenangan ke pemerintah kecamatan. Tujuannya, agar pelayanan dokumen kependudukan cukup dilaksanakan ditingkat kecamatan saja, tidak perlu jauh-jauk ke kantor Dukcapil.

Cara semacam itu, menurut Wabup mampu menangkal  calo. Termasuk, mempercepat, mempermudah dan mempermurah pelayanan. “Perlakukan lah masyarakat kita tercinta ini, dengan baik dan seadil-adilnya,” serunya.

Kemudian, tambah Wabup pejabat baru di Dinas Koperasi dan UMKM juga, harus menunjukkan kinerja lebih baik lagi, dari pejabat sebelumnya. Harus ada inovasi dan kreatifitas, dalam upaya mendongkrak kesejahteraan masyarakat. “Ingat itu,” cetus mantan Wakil Ketua DPRD Loteng tersebut.

Kedua pejabat yang dimaksud yaitu, Kepala Dukcapil atas nama H Ridwan Ma’aruf, yang semula menduduki jabatan sebagai Camat Praya. Kemudian, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Ikhsan, yang semula menjadi Kabag Ekonomi Setda Loteng.

Dalam mutasi yang dihadiri Sekda Loteng HM Nursiah itu juga, ada delapan pejabat eselon II dan III, yang mendapatkan jabatan promosi. “Semoga, amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan sungguh-sungguh,” lanjut Wabup.

Ia pun menyampaikan peringatan dan ancaman keras, bagi pejabat yang berani bermain-main. Baik menyangkut anggaran, kebijakan maupun keputusan. Karena, diluar sana tim Saber Pungli mengawasi ketat, termasuk masyarakat pada umumnya. “Jadi, jangan nekat,” serunya lagi.(dss/r2)

Berita Lainnya

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost

Suhaili Tagih Komitmen Pusat

Redaksi LombokPost

Loteng Kembali Raih WTP?

Redaksi LombokPost

2.500 Sertifikat Gratis Dibagikan

Redaksi LombokPost

Segel Kantor Desa Lajut Dibuka

Redaksi LombokPost