Lombok Post
NTB

Wagub Minta NGO Berpartisipasi Atasi Kemiskinan

Hj Sitti Rohmi Djalilah

MATARAM-Kemiskinan salah satu masalah serius yang masih menghantui NTB. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan NTB sebelum terjadinya gempa mencapa 14,75 persen. Namun, pascagempa diprediksi meningkat.

Wakil Gubernur (Wagub) NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, masalah yang masih dialami NTB saat ini, masih berkutat pada hal-hal mendasar. Mulai gundulnya hutan, pengelolaan sampah yang belum baik, gizi buruk, stunting,  banyak anak-anak yang mengalami bibir sumbing dan masalah lain yang begitu kompleks.

Sehingga jika masih ada pihak yang tidak mau berkolaborasi, tentunya hal tersebut akan sulit dituntaskan. Terlebih jika masih ada mindset ego sektoral. Artinya tidak menjalin sinergitas dengan berbagai pihak. Hal tersebut harus dihindari, sebab mengatasi masalah kemiskinan, harus dikerjakan dengan keroyokan.

“Kalau tidak ada seniergitas atau kolaborasi, maka percuma saja dan sulit karena ini merupakan kerja yang memang berat,” terang ungkapnya pada pembukaan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Bersama NGO di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, kemarin (13/11).

Oleh karena itu, ia mengajak kepada semua NGO untuk memberdayakan semua potensi yang ada. Karena berbagai program yang dicanangkan NGO, tidak akan jauh dari masalah kemanusiaan, lingkungan, kesehatan dan lainnya. Program juga sama yang sedang dijalankan pemerintah.

“Maka dari itu, mari mulai sekarang kita sungguh-sungguh bersinergi, kita letakkan bahwa segala sesuatunya itu kita lakukan karena kita cinta NTB,” jelas Rohmi.

Tidak hanya sinergitas dan gotong royong, ia juga mengharapkan kepada NGO untuk bisa memberikan saran kepada Pemprov NTB. Terutama pemikiran, program-program dan hal-hal yang berkaitan dengan upaya pengentasan permasalahan, terutama kemiskinan.

“Jika sudah begitu, insya Allah dengan segala sesuatunya kita bisa bicarakan bersama maka kolaborasi dan apa yang kita cita-citakan bisa tercapai,” pungkasnya. (cr-yun/r7)

Berita Lainnya

Gubernur Beri Sinyal Rombak BPR

Redaksi LombokPost

Instalasi Pelayanan Radioterapi RSUD NTB Belum Bisa Layani Pasien BPJS

Redaksi LombokPost

Posisi Karo Humas dan APP Dilelang

Redaksi LombokPost

Perekaman e-KTP Sudah Tembus 96 Persen

Redaksi LombokPost

Johan: Sebelum Ada Kasus, BPR “Sehat”

Redaksi LombokPost

Tujuh Bulan Pasca Gempa, Baru 7.474 Rumah Sedang Dibangun

Redaksi LombokPost

Gubernur Targetkan SAKIP Nilai A, Pemprov Akan Belajar ke Jogja

Redaksi LombokPost

Siap-siap, Ada Mutasi Lagi!

Redaksi LombokPost

Bangun Huntap Gak Bisa Simsalabim

Redaksi LombokPost