Lombok Post
Metropolis

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

MEMPRIHATINKAN: Beginilah kondisi Sungai Ancar di Kelurahan Kekalik Jaya, yang terus menerus mengalami penyempitan dengan tingkat sedimentasi yang semakin tinggi.

MATARAM-Musim hujan baru saja dimulai. Tapi Kelurahan Kekalik Jaya sudah diterjang banjir. Seperti yang terjadi pada Minggu (11/11). Air sungai Ancar meluap dan menggenangi pemukiman warga di Empat lingkungan yaitu Kekalik Barat, Kekalik Timur, Gerisak, dan Kekalik Kijang.

Sekretaris Lurah Kekalik Jaya H Mustaal mengatakan, banjir yang terjadi memang disebabkan kondisi Sungai Ancar yang lebarnya semakin sempit dan sedimentasi yang semakin tinggi. “Sedimentasi dari sungai ini dari hari ke hari semakin meninggi,” tegasnya, kemarin (14/11).

Mustaal sangat berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) harus segera melalukan pengerukan. Setiap kali ada hujan besar, warga Kelurahan Kekalik Jaya selalu merasa was-was.

“Saat air sungai Ancar surut, kelihatan sekali pendangkalannya, maaf ya dulu kedalaman sungainya ada 2-3 meter, sekarang sudah jauh berkurang. Berarti sedimentasinya  sudah tinggi ” terang Mustaal.

Sebenarnya, permintaan pengerukan telah dilakukan berkali-kali. Namun, sampai saat ini tak kunjung terealisasi. Padahal Sungai Ancar yang membelah Kelurahan Kekalik Jaya, pada musim hujan debit air mengalami peningkatan.

“Kami sering mengusulkan, sudah berapa kali saya lupa saking seringnya cuma kami tidak tahu juga, mungkin masih terkendala anggaran,” jelas Mustaal.

Program penanganan banjir, yang terealisasi di Kelurahan Kekalik Jaya tahun ini, hanya pembangunan drainase. Meski demikian, dengan adanya drainase, saat banjir terjadi pada hari minggu (11/11), dalam kondisi normal air baru surut setelah 3-4 jam, namun dengan perbaikan drainase, dua jam setelah banjir, air sudah surut.

Selain pengerukan, Mustaal juga berharap pada Pemkot Mataram agar tanggul di bantaran Sungai Ancar bisa tingginya bisa ditambah. Setidaknya 50 cm. Tidak hanya itu saja, jika Pemkot Mataram memiliki anggaran lebih, dirinya meminta agar jembatan di jalan Panjitilar, tingginya juga ditambah.

Sebab kondisi jembatan yang dirasa sangat rendah, membuat aliran air sungai Ancar kiriman dari Lombok Barat, menjadi terhambat. “Coba dilihat kondisi jembatan saat ini, itu memang rendah dan menghalangi laju air, kalau misalnya Pemkot Mataram punya anggaran, mungkin bisa diperbaiki,” harapnya.

Sahrudin, seorang warga Kekalik Jaya yang tinggal dibantaran Sungai Ancar juga berharap Pemkot Mataram dan pihak terkait bisa segera melakukan pengerukan sungai. Agar masyarakat Kelurahan Kekalik Jaya lebih tenang saat hujan datang.

“Saya sudah tinggal belasan tahun di sini. Saya berharap pada pemerintah, karena kita banjir terus, sudah saatnya sungai ini dikeruk,” pungkasnya. (cr-yun/r5)

Berita Lainnya

Pemkot Optimis Semua Formasi Terisi

Redaksi LombokPost

Lahan Belum Beres, Pemkot Usulkan Rusunawa Nelayan

Redaksi LombokPost

Bukan Gertak Sambal! Ormas Ancam Turun Tertibkan Tempat Maksiat

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Situs Tua Ambruk Lagi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Bukan Tidak Tahu, tapi Malas Patuh!

Redaksi LombokPost