Lombok Post
Headline Politika

Garbi Bakal Gembosi PKS?

DEKLARASI: Fahri Hamzah saat berorasi dalam acara deklarasi Garbi Sumbawa, Selasa (13/11).

MATARAM– Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) sudah mulai terbentuk di berbagai penjuru tanah air. Termasuk sejumlah wilayah di NTB, seperti di Sumbawa yang dideklarasikan Selasa (13/11) lalu.

Gerakan yang dimotori Fahri Hamzah itu sangat lekat dengan PKS. Bahkan sejumlah kalangan menuding salah satu tujuannya menggembosi PKS. Namun hal itu tegas dibantah Ketua Garbi NTB Lalu Fahruroji. Menurutnya, jika ada kekuatan politik yang merasa terganggu dengan aktivitas Garbi berarti salah alamat. Termasuk jika ada kesan Garbi muncul untuk menggembosi PKS.

Pria yang akrab disapa Oji ini tidak menampik jika Garbi terkesan lahir dari konflik internal PKS. Tapi tujuan kehadiran Garbi lebih pada diseminasi gagasan arah baru. Karena Garbi berbentuk ormas, maka pilihan politiknya netral. ”Setiap anggota yang berhimpun di GARBI bebas menentukan pilihan politiknya,” tegasnya.

Terkait kelembagaan saat ini, Garbi NTB segera mendeklarasikan diri setelah 50 persen kabupaten dan kota se-NTB rampung melaksanakan deklarasi.

Ketua DPW PKS NTB Abdul Hadi engga berkomentar banyak soal ini. Menurutnya isu menggembosi suara PKS tidak perlu ditanggapi. Karena PKS sudah melakukan survei internal dan syarat parliamentary treshold (PT) atau ambang batas empat persen terlampaui. ”Kita sudah survei ini,” jawabnya singkat.

Fahri Hamzah selaku pembicara nasional Garbi menyampaikan banyak hal dalam peresmian Garbi Sumbawa. Dia mengingatkan, 20 tahun reformasi, bangsa ini mengalami apa yang disebut sebagai gelombang kegelisahan bangsa. Munculnya karena reformasi yang dulu diperjuangkan dan menjadi puncak dari gerbang cita-cita rakyat akan masa depan negerinya, tidak juga terwujud.

Alasan reformasi belum terwujud menyeluruh. Masyarakat berharap lapangan pekerjaan terbuka luas, justru menghadapi kenyataan pahit. Lapangan pekerjaan itu diisi buruh asing.

Selain itu, masyarakat berharap bangsa bebas dari korupsi. Tetapi kenyataannya masyarakat disuguhkan aksi teatrikal lembaga yang mengekploitasi korupsi sebagai drama setiap harinya. ”Dulu kita bermimpi, tanah negeri ini akan kita jadikan sebagai sumber kehidupan anak bangsa, tapi kita menghadapi kenyataan bahwa seluruh kekayaan kita diobral murah,” ujar wakil ketua DPR RI itu.

”Kita hanya makan dari tanah warisan kita, kreatifitas kita mati, dan inilah bencana yang sesungguhnya,” ucapnya.

Kekayaan negeri yang salah kelola ini diyakini menyisakan residu kerusakan alam dan lingkungan yang entah sampai kapan bisa diperbaiki. Dalam kesempatan itu, Fahri juga menyatakan Garbi akan menjadi tempat yang mengkanalisasi seluruh kegelisahan generasi hari ini. Bahwa mereka menghadapi masa depan yang samar. Tujuannya, agar tidak mencapai puncak instabilitas sosial yang meluas dan mengancam bangsa ini. (puj/r4)

Berita Lainnya

ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post

Dompet PNS Makin Tebal, Pemkot Siapkan Rp 363 Miliar

Redaksi Lombok Post

Gubernur Blusukan di Kampus-kampus Polandia

Redaksi Lombok Post