Lombok Post
Metropolis

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

TAK ADA BEBAN: Dua anak terlihat asyik bermain di pengungsian Lingkungan Pengempel Indah, kemarin (14/11).

MATARAM-Derita korban gempa sepertinya masih akan berlanjut. Setidaknya hingga beberapa bulan ke depan. Karena itu, mereka perlu mempersiapkan stok kesabaran.

Penyebabnya, belum ada kepastian kapan pembangunan Rumah Instan Sederhana (RISHA) dan Rumah Instan Konvensional (RIKO) bakal tuntas dibangun. “Saya hanya bisa meminta warga untuk bersabar,” kata Lurah Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram Yusrin, kemarin (14/11).

Yusrin mengaku tidak enak terus-terusan didatangi warga. Menanyakan kepastian pembangunan rumah. Padhal, masalah pembangunan RISHA dan RIKO ini ada di aplikator dan distributor. “Selain itu ada di penyusunan RAB yang cukup ribet. Ini menjadi keluhan warga,” terangnya.

Biasanya, kata Yursin, warga memesan bahan bangunan seperti pasir dan batu bata di penjual bahan bangunan yang tidak memiliki izin usaha. Tidak pernah membeli di PT atau CV yang pembayarannya ditransfer. “Ini yang membuat warga kesulitan,” akunya.

Warga yang memilih RIKO kendalanya ada di distributor. Warga harus membuat RAB untuk pembelian  pasir dan batu-bata di tempat yang memiliki izin usaha dagang. Belum lagi, warga harus membuat persyaratan yang cukup banyak. “Warga kan tidak paham seperti ini,” jelasnya.

Mestinya, lanjut Yusrin, ada bimbingan dari pemerintah untuk pengajuan anggaran atau pun pembelian bahan. Jika semuanya diserahkan ke warga, jelas akan kesulitan. Apalagi warga yang tidak pernah mengenyam pendidikan.

Saat ini, lanjut Yusrin, di Lingkungan Jangkuk belum ada satu pun RISHA dan RIKO dibangun. Sementara di Lingkungan Tegal baru ada satu yang dibangun. Itu pun baru pondasinya saja.

Musim hujan sekarang ini membuat warganya semakin menderita. Sudah rumah belum ada progres pembangunan. Diperparah lagi dengan air yang masuk ke tenda saat musim hujan. “Meski ada RUSI (Rumah Singgah Sementara), air hujan tetap masuk,” terangnya.

Sementara itu, Camat Sandubaya Lalu Samsul Adnan mengatakan, lambannya pembanguan RISHA dan RIKO karena terkendala aplikator. Untuk yang memilih RISHA ini kendalanya ada di penyedia panel. Aplikator tidak mampu melayani pesanan kelompok masyarakat (Pokmas).

Ditanya soal belum adanya progres pembanguan RISHA dan RIKO selain di Lingkungan Pengempel Indah dan Gontoran. Adnan mengatakan, tidak tahu persis. Karena dari informasi yang didapatkan, sudah mulai dilakukan pembangunan. “Kalau belum, kita tidak tahu,” sebutnya.

Menurutnya, pembangunan RISHA tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Tinggal memasang panel saja. Jadi, jika semua kebutuhan panel  tersedia, maka akan banyak RISHA yang dibangun. (jay/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi