Lombok Post
Metropolis

Pol PP Mengeluh Lagi

BELUM DITERTIBKAN: Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Brawijaya memanfaatkan trotoar untuk berjualan, kemarin (14/11).

MATARAM-Ada satu lagi organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Mataram yang kini rajin mengeluh. Yakni Satpol PP.

Sejak dipimpin Bayu Pancapati, OPD ini tergolong cukup vokal. Mulai dari mengeluhkan anggaran yang di potong, kekurangan personel, hingga fasilitas yang dianggap masih kurang.

Kemarin, Kasat Pol PP Kota Mataram Bayu Pancapati mengeluh kekurangan personel dan armada untuk melakukan penertiban di sejumlah wilayah Kota Mataram. “Kita di sini hanya sepuluh personel yang melakukan penertiban,” ungkapnya.

Menurutnya, sepuluh personel menangani enam kecamatan di Kota Mataram cukup berat. Meski daerah ini bisa di bilang kecil, namun padat.

Selain itu, Bayu juga mengaku kekurangan armada. Sejauh ini kendaraan operasional  Pol PP hanya dua.

Mestinya, kata Bayu, kendaraan untuk operasional Pol PP lebih dari itu. Sehingga mereka bisa melakukan patroli di sejumlah wilayah di Kota Mataram. “Yang kita pakai patroli cuma satu,” sebutnya.

Lebih lanjut, Bayu mengaku tidak akan segan-segan memusnahkan barang para PKL yang berjualan melanggar aturan. PKL yang memanfaatkan trotoar dan fasilitas umum akan ditertibkan. Barang PKL pun langsung akan dimusnahkan. “Sekarang kalau kita lakukan penertiban langsung kita musnahkan,” tegasnya.

 Selama ini ia melihat para PKL tidak pernah kapok. Ditertibkan sekarang, besoknya kembali berjualan.

Guna memberikan efek jera kepada PKL, pihaknya akan langsung memusnahkan barang-barang yang digunakan untuk berjualan. Seperti terpal, gerobak, dan rombong akan langsung dimusnahkan. Tidak lagi disita seperti sebelum-sebelumnya.

“Kalau kita sita enak mereka kembali mengambil barangnya,”  tuturnya.

Tak hanya PKL, baliho yang tidak memiliki izin dan alat peraga kampanye (APK) yang melanggar aturan masih marak di sejumlah jalan di Kota Mataram. Kondisi ini kata bayu, tidak lepas dari kekurangan armada dan personel.

Jadi, ia tidak bisa bekerja maksimal dengan kekurangan tenaga dan armada tersebut. (jay/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi