Lombok Post
Metropolis

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

HARUS DIPERHATIKAN: Beginilah kondisi Anak-anak Berkebutuhan Khusus (ABK) SLB Dharma Wanita Kota Mataram, kemarin. Sekolah ini perlu mendapat perhatian dan fasilitas yang layak dari pemerintah.

MATARAM-SLB 02 Mataram atau yang lebih dikenal dengan nama SLB Dharma Wanita Majeluk Mataram penuh sesak. Banyaknya siswa tak sesuai dengan luas dan kondisi bangunan.

“Sekarang ini keadaannya memang sangat memprihantinkan. Murid yang terus bertambah, tidak dibarengi dengan penambahan fasilitas,” kata Kepala SLB Dharma Wanita Mataram Winarna, kemarin (14/11).

Ia mengatakan, kondisi kelas telah mengalami overload. Karena jumlah murid yang mendiami satu kelas mencapai sembilan hingga 10 orang.

“Untuk kelas tuna rungu dan tunagrahita, idealnya enam murid. Kalau tuna rungu bisa sampai delapan. Tetapi sekarang sudah lebih dari jumlah itu,” bebernya.

Winarna sebenarnya telah memberikan data pada Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, mengenai kondisi dan jumlah murid SLB Dharma Wanita. Menurutnya, ABK yang menempuh pendidikan di SLB, harus mendapatkan tempat yang layak.

Agar SLB Dharma Wanita memiliki sarana dan prasarana memenuhi standar, maka lahan yang dibutuhkan harus mencapai satu hektar. “Sedangkan luas tanah sekarang 25 are, luas tempat berdirinya bangunan hanya 22 are saja,” tegas Winarna.

Relokasi SLB Dharma Wanita ke tempat yang lebih luas, sudah harus dilakukan. Mengingat kondisi fasilitas yang ada saat ini sudah memprihantinkan, dengan jumlah murid yang semakin banyak.

Winarna menyebut, jumlah ABK yang belajar di sekolah ini mencapai 147 anak. Sementara hanya ada 17 ruang kelas yang tersedia. Padahal idealnya, ABK harus terbagi dalam 24 ruang kelas.

“Jelas sangat krusial, karena anak-anak kami sekarang jumlahnya sudah bejubel,” paparnya.

Kondisi SLB Dharma Wanita sebenarnya sudah diketahui Pemkot Mataram. Pada peresmian sekolah ini menjadi SLB 02 Mataram beberapa waktu lalu, Sekda Kota Mataram Effendi Eko Saswito telah melihat sendiri dan berjanji akan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Terutama mengenai pemenuhan kebutuhan SLB Dharma Wanita.

Bahkan, Winarna sendiri pernah diajak Pemkot Mataram, melihat lokasi pembangunan gedung baru SLB Dharma Wanita. Rencananya di belakang Taman Makam Pahlawan.

“Kita sudah pernah diajak melihat daerah itu, bersama BPKAD, Dinas-dinas dan staff Sekda, soalnya tanah itu asset Pemprov NTB,” terang Winarna.

Awalnya tanah tersebut diperuntukkan untuk membangun SMK, namun kata Winarna masyarakat setempat kurang setuju. Sehingga diusulkanlah pembangunan gedung baru SLB Dharma Wanita di kawasan tersebut.

Tetapi, sampai saat ini Pemkot Mataram belum ada tanda-tanda untuk merealisasikan rencananya. Winarna sendiri tidak bisa berbuat banyak. Terus menunggu karena segala usaha sudah ia kerahkan.

Ia hanya berharap, Pemkot Mataram bisa lebih peka terhadap kondisi ABK SLB Dharma Wanita, yang juga menginginkan fasilitas yang memadai. “Kalau kami, di mana sajalah. Terima saja yang penting bisa lebih luas biar anak-anak juga belajarnya nyaman dan semangat,” pungkasnya. (cr-yun/r5)

Berita Lainnya

Pemkot Optimis Semua Formasi Terisi

Redaksi LombokPost

Lahan Belum Beres, Pemkot Usulkan Rusunawa Nelayan

Redaksi LombokPost

Bukan Gertak Sambal! Ormas Ancam Turun Tertibkan Tempat Maksiat

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Situs Tua Ambruk Lagi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Bukan Tidak Tahu, tapi Malas Patuh!

Redaksi LombokPost