Lombok Post
Headline Kriminal

Utamakan Langkah Preventif

AKBP Erwin Ardiansyah

MATARAM-Ragam permasalahan sosial di wilayah hukum Polres Bima Kota jadi atensi khusus. Guna mengatasinya, jajaran kepolisian mulai mengedepankan langkah preemtif.

Ada tiga langkah diupayakan kepolisian menghadapi persoalan yang berpotensi tindakan hukum, yakni preemtif, preventif, dan represif. ”Kalau di wilkum Polres Bima Kota, lebih banyak preemtif. Persentasenya 60 persen untuk preemtif dan sisanya preventif dan represif,” kata Erwin di Mataram, kemarin (14/11).

Menurut Erwin, karakteristik masyarakat Bima menjadi alasan bagi jajarannya untuk mengedepankan upaya preemtif. Selain itu, tidak semua masalah harus diselesaikan dengan penindakan dari kepolisian.

”Kita sesuaikan dengan karakteristik masyarakat juga,” ujar dia.

Preemtif merupakan langkah kepolisian berupa imbauan dan pendekatan terhadap masyarakat. Tugas ini diemban Bhabinkamtibmas. Karena itu, Erwin mengungkapkan, untuk memberi semangat, dia mengeluarkan kebijakan berupa lomba Bhabinkamtibmas teladan.

”Itu sebagai salah satu upaya kami agar Bhabinkamtibmas bisa tetap semangat menjalankan tugas preemtif mereka,” terang Erwin.

Menurut dia, dengan aktifnya Bhabinkamtibmas membuat masalah-masalah tidak sampai ditangani dengan langkah represif. ”Dan, memang terbukti, beberapa kejadian menonjol tidak sampai meledak, saya salut dengan kerja Bhabinkamtibmas,” sebut dia.

”Semua masalah juga tidak harus represif atau penindakan,” sambung Erwin.

Begitu pula dengan penanganan peredaran narkoba. Erwin menyebut siap melibatkan pelajar yang tergabungan dalam ekstrakurikuler patroli keamanan sekolah (PKS). Dengan keterlibatan PKS, diharapkan mampu menangkal masuknya narkoba ke sekolah dan kalangan pelajar.

”Mereka menjadi polisi bagi sekolahnya. Dari sana upaya kita agar narkoba tidak masuk ke pelajar,” ujarnya.

Lebih lanjut, meski mengupayakan preemtif, bukan berarti tidak ada langkah represif.  Kata Erwin, penegakan hukum tetap dilakukan sesuai prosedur dan secara professional. Adapun upaya preemtif ditujukan sebagai pencegahan konflik sosial hingga kelompok radikal.

”Tetap kita lakukan (penegakan hukum) sesuai dengan tindak pidananya,” pungkas Erwin.(dit/r2)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost