Lombok Post
Metropolis

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

KERJAKAN SOAL: Ribuan peserta mengikuti tes kompetensi dasar (TKD) di Gedung Grand Imperial Kota Mataram, kemarin (14/11).

MATARAM-Peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Mataram yang telah lulus Tes Kompetensi Dasar (TKD), jangan senang dulu. Sebab, perjuangan belum berakhir.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati mengatakan masih ada beberapa tes lanjutan. Salah satunya Tes  Kompetensi Bidang (TKB).

“Peluang untuk tidak lolos pada TKB pasti ada,” kata Nelly, kemarin (14/11).

Seperti diketahui, dari 6.777 peserta yang mengikuti TKD, yang lolos passing grade hanya 161 peserta. Artinya, ada 6.616 peserta tidak lolos passing grade atau nilai ambang batas.

“Dari 262 formasi di Kota Mataram yang ditawarkan, hanya 91 formasi yang terisi,” tutur Nelly.

Karena itu,  Nelly berharap para peserta yang lolos dan akan mengikuti TKB, mempersiapkan diri sebaik mungkin. “Jangan sampai di TKB juga banyak yang tidak lolos passing grade,” ungkapnya.

Dikatakan Nelly, banyaknya peserta  yang  tidak memenuhi passing grade tes CPNS di semua daerah, membuat Permenpan RB Nomor 37 Tahun 2018 kemungkinan direvisi. Informasinya akan ada penurunan nilai ambang batas. Sehingga formasi CPNS di tiap daerah tidak ada yang kosong.

“Ada kemungkinan akan diturunkan nilai ambang batas. Itu informasinya,” sebutnya.

Nelly berharap, passing grade pada TKD bisa diturunkan. Sehingga 262 formasi yang ditawarkan Pemerintah Kota Mataram bisa terisi semuanya.

Nelly mengakui, nilai ambang batas pada TKD cukup tinggi. Akibatnya, banyak peserta yang tidak lolos dan akhirnya formasi yang ditawarkan tidak terisi. “Kalau kita masih mending. Banyak namanya yang lolos passing grade. Lihat di daerah lain, peserta yang tidak lolos cukup banyak,” tutur perempuan berjilbab ini.

Sementara Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, banyaknya formasi yang tidak terisi pada seleksi CPNS di Kota Mataram akan membuat Mataran rugi. Karena formasi yang ditawarkan itu sangat dibutuhkan. “Lihat saja kita di sini kekurangan guru,” sebutnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi juga setuju jika nilai ambang batas itu diturunkan. Karena yang harus dipikirkan saat ini, bagaimana agar formasi-formasi yang ada bisa terisi.

Misalnya, penilaian didasarkan pada sistem rangking. Sehingga, peserta CPNS yang mengikuti tes akan memenuhi kualifikasi. “Daripada diulang, belum tentu juga menjamin hasilnya akan lebih baik. Negatifnya juga menghambur-hamburkan anggaran dan waktu,” pungkasnya. (jay/cr-yun/r5)

Berita Lainnya

Bukan Tidak Tahu, tapi Malas Patuh!

Redaksi LombokPost

Uang Nomor Dua, Paling Penting Lingkungan Bebas Sampah

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Bangunan Tua Itu Perlu Direnovasi

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post

Akhirnya, Revisi Perda RTRW Sah!

Redaksi Lombok Post