Lombok Post
NTB

Diprediksi Defisit Rp 20,65 Miliar

Hj Sitti Rohmi Djalilah

MATARAM-Setelah mengajukan draf awal RPJMD, Pemprov NTB juga mengajukan rancangan APBD 2019. Anggaran itu akan menjadi awal pembangunan NTB di bawah Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dan Wagub Hj Sitti Rohmi Djalilah. Sayangnya, mereka harus memulai dengan anggaran yang kurang bagus. Pendaptan dan belanja justru turun drastis. Selain itu, terdapat defisit anggaran hingga Rp 20 miliar.

Itu terungkap dalam nota keuangan RAPBD NTB yang diajukan Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah dalam rapat paripurna DPRD NTB, Rabu (14/11).

Pada rapat itu, Rohmi menjabarkan, RAPBD NTB tahun anggaran 2019 direncanakan Rp 5,26 triliun lebih.

Dengan rincian, pendapatan daerah Rp 5,24 triliun lebih. Jumlah itu berkurang Rp 102,37 miliar lebih atau 1,91 persen dibanding target APBD 2018. Pendapatan daerah tersebut, direncanakan bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp 1,68 triliun lebih, berkurang Rp 85,61 miliar lebih atau 4,84 persen dari tahun sebelumnya.

Kemudian dana perimbangan direncanakan Rp 3,47 triliun lebih, bertambah Rp 157,33 miliar lebih atau 4,74 persen dari target tahun 2018. Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan Rp 86,34 miliar lebih, berkurang Rp 174,09 miliar lebih atau 66,85 persen dari target 2018.

Pajak Digenjot, Lain-lain PAD yang Sah Berkurang  

Khusus untuk PAD, pemprov sudah merencanakan beberapa sumber yakni pajak daerah Rp 1,34 triliun lebih, bertambah Rp 47,45 miliar lebih atau 3,67 persen dari target 2018. Hasil retribusi daerah, ditargetkan Rp 23,80 miliar lebih, berkurang Rp 35,6 miliar lebih atau 59,98 persen dari target 2018. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, direncanakan Rp 65,4 miliar lebih, bertambah Rp 3,15 miliar lebih atau 5,06 persen dibandingkan target 2018. Serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah Rp 252 miliar lebih, berkurang Rp 100,5 miliar lebih atau 28,5 persen dibanding target 2018.

Selanjutnya dana perimbangan. Penerimaan dana perimbangan bersumber dari dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak Rp 237,7 miliar lebih, berkurang Rp 88,19 miliar dibandingkan target 2018 sebesar Rp 325,9 miliar lebih.

Dana alokasi umum (DU) Rp 1,58 triliun lebih, bertambah Rp 45,96 miliar lebih atau 2,99 persen dibandingkan target 2018 sebesar Rp 1,53 triliun lebih. Dana alokasi khusus (DAK) Rp 1,65 triliun lebih, bertambah Rp 199,55 miliar lebih atau 13,72 persen dari 2018 sebesar Rp 1,45 triliun lebih.

Sumber lain-lain pendapatan daerah yang sah terdiri dari pendapatan hibah Rp 50 miliar, berkurang Rp 154,93 miliar atau 75,60 persen dibandingkan target 2018. Dana penyesuaian dan otonomi khusus direncanakan Rp 36,34 miliar lebih, bertambah Rp 9,09 miliar atau 33,38 persen dibandingkan target 2018.

Belanja Berkurang Rp 534,39 Miliar

Sedangkan untuk belanja, Rohmi menjelaskan, besaran anggaran belanja direncanakan Rp 5,24 triliun lebih. Dengan komposisi belanja tidak langsung sebesar Rp 3,1 triliun lebih dan belanja langsung Rp 2,13 triliun lebih. Rancangan belanja tersebut berkurang Rp 534,39 miliar atau 9,25 persen dibandingkan target 2018 sebesar Rp 5,7 triliun lebih.

Sedangkan untuk penerimaan pembiayaan direncanakan Rp 20,65 miliar. Berkurang 412,01 miliar atau 95,23 persen dari anggaran 2018 sebesar Rp 432,66 miliar. Pembiayaan bersumber dari sisa lebih  perhitungan anggaran (silpa) tahun 2018 diperkirakan Rp 20 miliar. Penerimaan kembali pemberian pinjaman Rp 650 juta.

Dengan total anggaran pendapatan daerah Rp 5,243 triliun dan belanja Rp 5,244 triliun, maka APBD defisit Rp 20,65 miliar.

Terhadap defisit itu, Rohmi meminta tidak perlu dicemaskan, karena jumlah defisit anggaran ditutupi pembiayaan netto sebesar Rp 650 juta. Disamping itu, kemandirian keuangan pemprov dalam lima tahun terakhir menunjukkan pergerakan positif.  Meskipun tingkat kemandirian keuangan NTB berada pada posisi sedang.

”Langkah strategis dan inovatif akan terus ditingkatkan guna menjaga kesinambungan fiskal  dan  kemandirian  keuangan daerah,” tandasnya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Sejumlah Puskesmas Sementara Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

NTB Masih Zona Hijau HIV/AIDS

Redaksi LombokPost

Gempa Lagi, Stok Logistik BPBD NTB Kosong!

Redaksi LombokPost

2.046 Paket Sembako Langsung Ludes

Redaksi LombokPost

Belum Terima Buku Tabungan, Puing Reruntuhan Menumpuk

Redaksi LombokPost

Kualitas Air Sungai Buruk, Dinas LHK Susun Pergub

Redaksi LombokPost

1.493 Kasus HID/AIDS di NTB, Terbanyak di Mataram

Redaksi LombokPost

Jaga Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah

Redaksi LombokPost

Tangkap Pembuang Sampah Sembarang!

Redaksi LombokPost