Lombok Post
Giri Menang Headline

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

TAK BISA MENYEBERANG: Sejumlah truk parkir di area Pelabuhan Lembar kemarin (16/11).

GIRI MENANG-Penyeberangan di Pelabuhan Lembar kembali mengalami gangguan. Akibatnya sejumlah penumpang dan sopir truk menggelar aksi protes ke Balai Penyeberangan Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Lembar kemarin malam (15/11). Mereka kecewa tidak adanya kejelasan jadwal penyeberangan saat itu.

“Saya menunggu sejak malam sampai siang ini, belum juga bisa menyeberang,” keluh Sumarlan, salah seorang supir asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur kemarin (16/11).

Ia ingin segera menyeberang karena muatan truknya merupakan barang hasil pertanian seperti bawang dan sayur-sayuran. Jika tidak segera sampai lokasi tujuan, dikhawatirkan muatannya membusuk.

“Barang yang saya bawa ini sudah ditunggu. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kapan kami bisa menyeberang ke Padangbai,” tandasnya.

Ia menyayangkan lambatnya respon dari pihak pelabuhan penyeberangan Lembar dalam menangani persoalan ini. Keterlambatan penyeberangan tidak hanya menghabiskan waktu para sopir. Tetapi juga membuat mereka rugi, karena sebagian muatannya jadi busuk.

Koordinator Satuan Pelayanan Penyeberangan Pelabuhan Lembar Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan Nelson mengakui sejumlah sopir melontarkan protes karena belum bisa menyeberang. Namun ia tidak dapat berbuat banyak. Sebab tertundanya penyeberangan akibat terjadinya kerusakan di dermaga II Pelabuhan Padangbai.

“Sekarang dalam proses perbaikan, tanggal 27 November sudah selesai,” tuturnya.

Kerusakan dermaga ini membuat sejumlah kapal tidak bisa bersandar sesuai jadwal. Beberapa kapal bahkan megapung di tengah laut agar bisa menunggu giliran bisa bersandar di Pelabuhan Padangbai.

Yang dapat dilakukan BPTD untuk mengurangi antean adalah dengan mempercepat proses sandar atau bongkar muat kapal. Tadi malam pihaknya memberikan maksimal 35 menit untuk proses bongkar muat.

“Tidak boleh terlalu lama sandar agar tidak terjadi penumpukan penumpang. Ini solusi sementara,” akunya.

Sementara itu General Manager ASDP Lembar Yulianto mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menangani keterlambatan penyeberangan. Ia berjanji akan melakukan percepatan dan penjadwalan ulang.

“Untuk percepatan bongkar muat, saya pikir harus dilakukan dua sisi, yakni di Padangbai dan Lembar,” ujarnya.

Pihaknya mengusulkan untuk bongkar muat atau sandar kapal di pelabuhan disesuaikan dengan kondisi low season atau high season. Misalnya ketika high season, bongkar muat kapal di pelabuhan diberikan waktu satu jam. Sedangan ketika low season saat sore atau malam, bongkar muat diberikan waktu satu setengah jam.

“Namun apapun perhitungan dan keputusan dari BPTD, kami akan mendukung,” tandasnya. (ton/r3)

Berita Lainnya

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (2)

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa NTB Menuntut Ilmu di Eropa (1)

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post