Lombok Post
Headline Metropolis

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

MIKIR KERAS: Ratusan peserta CPNS di Kota Mataram tengah berupaya menjawab tes kompetensi dasar CPNS di Grand Imperial Ballroom, Kota Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Sebanyak 169 formasi CPNS kosong. Karena para peminatnya gagal melewati passing grade atau ambang batas. Hanya 93 formasi yang terisi dari 262 formasi untuk Kota Mataram.

Wali Kota Mataram tidak puas dengan hasil ini. Sekalipun persentase kelulusan cukup baik dibanding dengan daerah lain. “Saya prihatin (dengan angka kelulusan tes),” ujar Ahyar.

Padahal lanjut Ahyar, 262 formasi yang disetujui pemerintah pusat itu sangat dibutuhkan Pemkot Mataram. Untuk memaksimalkan roda birokrasi pemerintahan dan pelayanan mayarakat di segala bidang.

“Kita mulanya butuh sebanyak 400 lebih formasi, tapi yang disetujui pemerintah sebanyak 262. Sekarang berkurang lagi karena banyak yang tidak mencapai passing grade,” sesalnya.

Ahyar mengaku tidak bisa berbuat banyak. Karena kewenangan mengangkat PNS itu sepenuhnya ada di pemerintah pusat. Tapi ia berjanji mengupayakan segala daya, agar 262 formasi yang lowong bisa terisi.

“Kami pastikan akan bersurat, hanya ini yang bisa kami lakukan,” tegasnya.

Ahyar melihat ambang batas nilai yang dibuat pemerintah terlalu tinggi. Sehingga membuat hanya 161 dari 6.491 peserta yang bisa lolos. Jumlah inipun tidak merata mengisi formasi yang tersedia. Sebab ada beberapa formasi yang terisi oleh lebih dari 1 orang.

“Bisa dua atau tiga orang, jadi harus di tes lagi, gugur lagi,” tandasnya.

Karenanya, ia berharap surat yang akan dilayangkan nanti dapat respon dari pemerintah pusat. Tidak lupa pula ia menitipi pesan Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram untuk memperjuangkan formasi yang kosong di arena Panselnas.

“Intinya kami sangat ingin meningkatkan pelayanan pada masyarakat, itu orientasi kami,” tegasnya.

Kepala BKPSDM Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati menegaskan pihaknya bakal memperjuangkan 262 formasi agar tetap bisa terisi. Terutama dalam evaluasi panselnas CPNS mendatang.

“Itu yang kita sepakati kemarin dengan provinsi,” ujar Nelly.

Ia juga masih menunggu kepastian terkait rencana perubahan Peraturan Menteri (Permen) Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) nomor 37 tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018. “Semoga nanti bisa diranking,” harapnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Johan: Sebelum Ada Kasus, BPR “Sehat”

Redaksi LombokPost

Kadis Saleh Kendor, Cakra Semrawut Lagi

Redaksi LombokPost

Muhammad Nabhani, Juru Foto dan Pengelola Media Sosial Ahyar Abduh

Redaksi LombokPost

Karsini: Pak Jangan Gusur Kami!

Redaksi LombokPost

Warga Jempong Barat Mengadu ke Ombudsman Terkait Izin Tower

Redaksi LombokPost

Uang Bantuan untuk Korban Gempa Segera Cair

Redaksi LombokPost

Eks Honorer K2 Kecewa! Pelamar PPPK Sudah Ditentukan?

Redaksi LombokPost

Dana Rp 2,5 Triliun Nganggur, Realisasi Belanja Awal Tahun Minim

Redaksi LombokPost

NTB Minta Waktu Tambahan Pendaftaran PPPK

Redaksi LombokPost