Lombok Post
Headline Metropolis

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

MASIH BERTAHAN: Seorang warga Lingkungan Pengempel Indah sedang mencuci piring di dekat tenda pengungsiannya

MATARAM-Musim hujan, kewaspadaan terhadap berbagai macam penyakit semakin tinggi. Genangan air ada dimana-mana. Ditambah lagi sampah yang menumpuk, membuat nyamuk penyebab demam berdarah dangue (DBD) leluasa berkembang biak.

Karenanya Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram memberi perhatian khusus terhadap kemungkinan mewabahnya DBD. Apalagi di awal-awal musim penghujan, nyamuk penyebab DBD bisa berkembangbiak dengan cepat.

“Perlu diwaspadai genangan air yang tidak mengalir. Nyamuk berkembang biak disana,” tegas Kepala Dikes Kota Mataram dr H Usman Hadi kepada Lombok Post.

Kota Mataram senidri merupakan salah satu wilayah endemik DBD. Beberapa kali DBD di Kota Mataram dijadikan kasus luar biasa. Karenanya masyarakat harus lebih waspada terhadap kasus ini.

Usman menyebut, dari Januari hingga Oktober lalu, jumlah penderita penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini sebanyak 104 kasus. Jumlah tersebut memang menurun dibandingkan tahun 2017.

“Ada kecendrungan menurun, tapi tetap harus waspada,” papar Usman.

Apalagi saat ini dimana masih banyak warga yang tinggal di pengungsian. Mereka membangun rumah seadanya dengan sistem drainase dan kebersihan yang kurang maksimal. Jika DBD mewabah, para pengungsi ini menjadi orang yang paling rentan terserang.

Usman menyebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan puskesmas-puskemas di seluruh kecamatan di Kota Mataram. Pembagian bubuk abate terus dilakukan kepada warga. Hal ini sebagai langkah pencegahan untuk memberantas jentik-jentik nyamuk.

Selain itu, Dikes Kota Mataram juga akan melakukan pengasapan (fogging). Tidak hanya di lingkungan endemik DBD, tetapi juga pada lingkungan yang padat penduduk. Termasuk di pengungsian.

“Terutama di lingkungan Tegal, Gontoran dan Pengempel Indah. Itu jadi fokus kami. Kami menugaskan kepada perawat-perawat di Puskesmas Cakranegara, untuk rutin mengunjungi mereka,” pungkasnya. (cr-yun/r3)

Berita Lainnya

Johan: Sebelum Ada Kasus, BPR “Sehat”

Redaksi LombokPost

Kadis Saleh Kendor, Cakra Semrawut Lagi

Redaksi LombokPost

Muhammad Nabhani, Juru Foto dan Pengelola Media Sosial Ahyar Abduh

Redaksi LombokPost

Karsini: Pak Jangan Gusur Kami!

Redaksi LombokPost

Warga Jempong Barat Mengadu ke Ombudsman Terkait Izin Tower

Redaksi LombokPost

Uang Bantuan untuk Korban Gempa Segera Cair

Redaksi LombokPost

Eks Honorer K2 Kecewa! Pelamar PPPK Sudah Ditentukan?

Redaksi LombokPost

Dana Rp 2,5 Triliun Nganggur, Realisasi Belanja Awal Tahun Minim

Redaksi LombokPost

NTB Minta Waktu Tambahan Pendaftaran PPPK

Redaksi LombokPost